MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, Kamis 24 September 2026 – Untuk mengurai antrean panjang di SPBU, Pertamina Patra Niaga mengubah pola distribusi BBM di Belitung. Pertalite kini dikirim pada malam hari menggunakan mobil tangki sebagai buffer stock, sehingga pagi hari SPBU bisa langsung melayani masyarakat tanpa terganggu proses bongkar muat.
Langkah ini dibarengi dengan penambahan suplai yang signifikan. Pasokan Pertalite di Belitung naik dari 240 kiloliter (KL) menjadi 324 KL.
“Kami menyalurkan menggunakan mobil tangki di malam hari sebagai buffer stok SPBU agar bisa melakukan penyaluran pagi hari,” ujar Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Belitung, Rafli Alhaq.
“Kami menambah pasokan Pertalite ke Belitung dari 240 KL menjadi 324 KL supaya kebutuhan BBM di masyarakat mencukupi,” tambahnya.
Pertamax Sempat Kosong, Pasokan Darurat Didatangkan dari Bangka
Untuk Pertamax yang sempat kosong total di beberapa SPBU, Pertamina mendatangkan emergency supply dari Bangka menggunakan kapal ASDP. Selain itu, tambahan 320 KL Pertamax sedang dikirim dengan kapal OB Royal 1 yang dijadwalkan tiba di Belitung pada 25 September 2026.
Rafli juga mengimbau masyarakat agar tetap tertib dan menggunakan BBM sesuai peruntukan.
“Penggunaan BBM harus sesuai peruntukan kendaraan,” imbaunya.
Langkah ini diambil setelah penerapan kebijakan ganjil-genap di SPBU sejak 20 September 2026 (ganjil untuk roda dua, genap untuk roda empat) belum sepenuhnya mengurai antrean akibat panic buying dan potensi pelangsiran.
Dengan koordinasi Pemda dan Aparat Penegak Hukum (APH) serta pola distribusi malam hari, Pertamina berharap antrean di SPBU Belitung berangsur normal mulai hari ini.












