MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, Kamis 24 September 2026 – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Belitung, Suherman, mendesak Pertamina Patra Niaga untuk segera mengkaji relokasi Depot Jober dari Tanjungpandan ke kawasan Tanjung Batu.
Desakan ini muncul karena depot eksisting yang dibangun sejak tahun 1960 dinilai sudah tidak representatif, kapasitasnya terbatas, dan lokasinya berada di tengah permukiman padat penduduk sehingga berisiko tinggi terhadap keselamatan.
“Kita harus memiliki solusi jangka panjang, terutama yang berkaitan dengan daya tampung dan revitalisasi Depot Jobber Pertamina,” tegas Suherman.
Menurutnya, ketahanan energi di Belitung saat ini sangat rentan. Stok BBM di depot hanya mampu bertahan sekitar 3 hingga 4 hari.
“Stok BBM di Kabupaten Belitung saat ini hanya mampu bertahan sekitar tiga sampai empat hari. Apabila terjadi kendala cuaca atau gangguan transportasi laut, kondisi ini sangat rentan,” ujarnya.
Selain kapasitas, faktor keselamatan menjadi perhatian utama dewan.
“Kita ketahui bersama, lokasi Jober yang berdiri saat ini berada di tengah kawasan permukiman penduduk. Hal ini tentu menjadi perhatian serius untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,” tambah Suherman.
Tanjung Batu Dinilai Paling Ideal
DPRD menilai kawasan Tanjung Batu adalah lokasi paling ideal untuk depo baru. Dengan kedalaman alur yang memadai, Tanjung Batu bisa disandari kapal tanker dengan kapasitas jauh lebih besar dibanding di Jober saat ini, sehingga pasokan lebih stabil dan tidak bergantung pada cuaca.
Rencana ini juga sejalan dengan pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Belitung, di mana Pemkab dan DPRD sedang mendorong pengembangan kawasan industri di Suge, Desa Pegantungan.
Sebelumnya, Ketua DPRD Belitung Vina Cristyn Feranu juga menekankan bahwa kelangkaan BBM yang kerap terjadi sudah sangat mengganggu aktivitas masyarakat, sehingga solusi jangka panjang berupa pemindahan depot harus segera direalisasikan.
Relokasi ke Tanjung Batu diharapkan menjadi solusi strategis untuk menjamin ketahanan pasokan BBM, mengurangi risiko keselamatan warga, dan mendukung pengembangan kawasan industri Belitung ke depan.












