BELITUNG TIMUR, Media Daulat Rakyat – Distribusi BBM subsidi di Belitung Timur kembali bermasalah. Satgas BBM Kabupaten Belitung Timur menemukan banyak pengecer penerima alokasi kartu kendali justru tidak membuka kios, sehingga antrean di SPBU mengular panjang dan harga eceran melambung hingga Rp15.000 per liter.
Wakil Bupati Belitung Timur sekaligus Ketua Satgas BBM, Khairil Anwar, turun langsung ke lapangan bersama aparat kepolisian untuk melakukan pengawasan.
“Antara kartu kendali dengan SPBU ini sebenarnya matching, tidak ada masalah. Cuma yang jadi masalah ini, mereka yang ada di kartu kendali ini gelarnya tidak full,” tegas Khairil Anwar.
Ia merinci, “Kemarin cuma 5 kios yang buka, hari ini ada 7, sebelumnya bahkan cuma 3 kios. Ini artinya fasilitas yang diberikan tidak connect dengan rencana pemerintah untuk mengurai penumpukan antrean BBM di tingkat bawah.”
Akibat kios tutup, warga terpaksa membeli di pengecer nakal dengan harga mencekik. Pertalite yang seharusnya Rp10.000 dijual Rp13.000 hingga Rp15.000 per liter, sementara Pertamax dijual Rp18.000 – Rp19.000 per liter.
Keluhan warga pun memuncak. “Mau kerja, mau antar jemput anak sekolah bagaimana kalau minyak tidak ada? Bagaimana negeri kita sekarang?” ujar seorang ibu yang sudah 3 hari kesulitan mendapatkan BBM.
Satgas memastikan akan melakukan pemeriksaan odometer kendaraan roda empat untuk mendeteksi penyalahgunaan BBM subsidi dan akan menindak tegas sesuai UU Migas. Pemerintah juga akan mengevaluasi total sistem kartu kendali agar distribusi lebih merata dan tidak membebani ekonomi masyarakat kecil.












