MANGGAR, MEDIA DAULAT RAKYAT – Tradisi adat nelayan Muang Jong kembali digelar dengan khidmat dan meriah di Pantai Menara, Desa Baru, Kecamatan Manggar, Belitung Timur, pada Minggu, 1 November 2026.
Ritual adat tahunan sebagai ungkapan syukur nelayan atas hasil laut ini dihadiri langsung oleh Bupati Belitung Timur, aparat kepolisian, tokoh adat, dan ratusan masyarakat pesisir.
Rangkaian Acara Muang Jong 2026:
Acara dimulai sejak pagi dengan berbagai kegiatan sosial dan budaya:
- Pertunjukan kesenian tradisional Campak Laut
- Pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga nelayan
- Makan bersama dengan menu khas soto lontong dan kue tradisional
- Puncak acara: Ritual Buang Jong ke tengah laut sebagai simbol doa keselamatan.
Dukungan Penuh Polres dan Pemda
Pengamanan dan pelestarian budaya ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak.
Sat Polairud Polres Belitung Timur hadir langsung untuk pengamanan di laut dan pesisir, sekaligus menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung pelestarian budaya lokal.
Kehadiran paling dinanti adalah Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, yang turut serta dalam prosesi. Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati menjanjikan bantuan dana sebesar Rp10 juta untuk keberlanjutan tradisi Muang Jong.
“Kami pemerintah daerah sangat mendukung tradisi Muang Jong ini. Ini adalah warisan budaya yang harus kita jaga. Saya akan bantu Rp10 juta untuk mendukung keberlanjutan tradisi ini agar tahun depan lebih meriah lagi,” ujar Bupati Kamarudin Muten di hadapan warga.
Sementara itu, tokoh adat dan Ketua HNSI Beltim menyampaikan bahwa tradisi ini bukan sekadar ritual, tapi memiliki makna mendalam.
“Muang Jong ini mengandung nilai pendidikan Islam, ada I’tiqodiyah untuk akidah dan keimanan, ada Khuluqiyah untuk moral dan tingkah laku. Ini adalah doa keselamatan laut bagi kami para nelayan,” ungkap perwakilan tokoh adat.
“Harapan kami ke depan, Muang Jong ini bisa menjadi daya tarik wisata budaya Belitung Timur. Kami minta pemerintah mengolaborasikan tradisi ini dengan sektor pariwisata agar bisa menarik wisatawan,” tambah Ketua HNSI Beltim.
Makna Mendalam dan Harapan Wisata
Lebih dari sekadar pesta rakyat, Muang Jong menjadi simbol syukur, sarana mempererat hubungan sosial masyarakat pesisir, dan doa keselamatan bagi para nelayan yang melaut.
Dengan dukungan dana dari Bupati dan pengamanan dari Polres Beltim, masyarakat berharap Muang Jong tidak hanya lestari sebagai tradisi, tetapi juga naik kelas menjadi destinasi wisata budaya unggulan di Pulau Belitung.












