
Sudah Satu Windu
ESu
Tak terasa
sudah satu windu
aku ada di sini
menata kembali puing-puing
yang runtuh
untuk kembali tegak
Padepokan kita
fondasinya sudah terpancang
namun baru separuh dindingnya
yang terpasang
atap pun masih menganga
Mengapa engkau
tersentak kaget
Mas
Tak terasa
lonceng waktu
telah berbunyi
saat berpisahpun
telah datang
Aku harus beranjak
bukan karena berpaling
karena guliran waktu
tak bisa kuajak berunding
kutinggalkan jantungku
di antara semen dan batu
kalian harus menjaga
agar padepokan ini
tetap hangat
hingga kita dapat
berjumpa lagi
suatu saat nanti
Aku melangkah
dengan dada lapang
tanpa ada sesal
yang tertinggal
di ujung baju
walau tak lagi bersamaku
ku tau kalian akan
menjaga dan merawat
tradisi budaya ilmu
akan tetap berkembang
dan melaju
Kramat Raya
8 Nopember 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia













