
Jakarta, 20 Juli 2025 — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menata kawasan ruang terbuka hijau terpadu di Jakarta Selatan sebagai bagian dari rencana besar revitalisasi kota.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa relokasi pedagang Pasar Hewan Barito menjadi langkah penting dalam mendukung proyek tersebut.
Revitalisasi ini akan menggabungkan tiga taman besar—Taman Leuser, Taman Ayodya, dan Taman Langsat—menjadi satu kawasan hijau bernama Taman ASEAN, yang ditargetkan rampung pada Desember 2025. Total luas ketiga taman tersebut mencapai enam hektare dan akan menjadi ikon ruang terbuka baru di Jakarta.
“Pasar Barito itu harus direlokasi karena kita mau bikin taman di sana. Enggak ada gunanya kita bikin taman kalau pandangannya tertutup,” ujar Rano saat ditemui di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (19/7).
Menurutnya, relokasi merupakan syarat agar pembangunan taman berjalan optimal. Ia menambahkan bahwa kehadiran pasar menghambat proses logistik dan pengerjaan fisik di lokasi.
“Kalau mau bangun, berarti harus pindah dulu. Kalau enggak, gimana? Turunin logistik juga enggak mudah,” tambahnya.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menyatakan bahwa proses relokasi akan dimulai awal Agustus 2025.
Sebanyak 66 dari 118 pedagang—terutama pedagang hewan dan pakan—akan dipindahkan ke lokasi baru di Lenteng Agung. Sementara itu, pedagang kuliner dan buah akan ditangani di bawah pengelolaan PD Pasar Jaya.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi kawasan Kebayoran Baru menjadi “beranda hijau” Sekretariat ASEAN, sekaligus upaya memperkuat citra Jakarta sebagai kota yang ramah lingkungan dan representatif di mata internasional.












