
TANJUNG PANDAN, BELITUNG — Ribuan langkah menyatu dalam semangat kebersamaan saat Kota Tanjung Pandan kembali menjadi tuan rumah ajang lari tahunan Belitung Satam Run 2025, Minggu (7/9). Dengan total 1.300 peserta dari berbagai kalangan dan daerah, event ini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perhelatan olahraga lari terbesar di Pulau Belitung.
Bundaran Satam, ikon kota yang sarat makna budaya dan sejarah, menjadi titik kumpul utama. Tepat pukul 05.30 WIB, peluit start dibunyikan, menandai dimulainya lomba yang telah menjadi agenda tahunan yang dinanti oleh masyarakat lokal dan pelari dari penjuru Indonesia.
Empat Kategori, Satu Semangat
Tahun ini, Satam Run menghadirkan empat kategori lomba:
| Kategori | Jumlah Peserta |
|---|---|
| 5K Pelajar | 450 |
| 5K Umum | 670 |
| 10K Umum | 140 |
| 10K Master | 50 |
Dengan total hadiah mencapai Rp80 juta, kompetisi ini tidak hanya memacu adrenalin, tetapi juga memperkuat daya tarik Belitung sebagai destinasi sport tourism. Sekitar 40 persen peserta berasal dari luar daerah, termasuk dari Sumatra dan pulau-pulau besar lainnya, menandakan daya magnet Satam Run sebagai ajang olahraga sekaligus wisata.
Dukungan Pemerintah dan Identitas Geopark
Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Belitung, Ahmad Ridwan, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan masyarakat. Ia menekankan bahwa Satam Run bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari strategi memperkuat identitas Belitung sebagai Geopark Heritage Global.
“Alhamdulillah, antusias masyarakat melebihi tahun kemarin. Sekitar 40 persen peserta berasal dari luar Belitung. Semoga kegiatan ini terus menjadi agenda rutin,” ujar Ridwan.
Ia juga menyoroti dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal, menyebut kehadiran ribuan peserta dan penonton sebagai bukti bahwa Belitung layak menjadi tuan rumah event berskala nasional.
Sport Tourism yang Mengakar pada Identitas Lokal
Rute lari yang melintasi pusat kota memberikan pengalaman unik bagi peserta, memperkenalkan suasana khas Belitung—dari keramahan warga hingga pesona alam dan budaya yang melekat. Bagi pelari dari luar daerah, ajang ini menjadi perpaduan antara olahraga dan eksplorasi wisata. Sementara bagi warga lokal, Satam Run adalah panggung untuk menunjukkan jati diri Belitung yang terbuka, hangat, dan penuh inspirasi.
Menuju Event Internasional
Kesuksesan penyelenggaraan tahun ini membuka peluang bagi Satam Run untuk berkembang menjadi event sport tourism bertaraf internasional. Pemerintah daerah bersama panitia berkomitmen menjadikan ajang ini sebagai agenda tahunan yang tidak hanya menumbuhkan minat olahraga, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.
Dengan setiap langkah yang menembus garis finis, Belitung Satam Run 2025 menjadi simbol semangat hidup sehat, sportivitas, dan kebanggaan akan tanah Belitung—pulau yang terus menginspirasi dengan keindahan, budaya, dan semangat komunitasnya.












