Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Keluarga dan Ahli Waris Kenang Jasa Tokoh Bangsa Usai Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional
Inshot 20251110 181120436

Keluarga dan Ahli Waris Kenang Jasa Tokoh Bangsa Usai Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional

Intisari Berita

Presiden Prabowo menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh bangsa. Keluarga dan ahli waris mengenang jasa-jasa para pahlawan, menyampaikan rasa syukur, dan berharap penghargaan ini dapat bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jakarta – Suasana haru dan khidmat terasa di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10 November 2025), saat para ahli waris dari sepuluh tokoh bangsa menerima anugerah gelar Pahlawan Nasional dari Presiden Prabowo Subianto. Upacara berlangsung dengan penuh khidmat, diwarnai rasa bangga, syukur, serta kenangan akan perjuangan para pahlawan yang tak lekang oleh waktu.

Marsini, kakak dari almarhumah Marsinah, tak kuasa menahan haru saat menerima gelar Pahlawan Nasional untuk adiknya. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo dan semua pihak yang telah menghargai perjuangan Marsinah.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo atas anugerah ini. Saya tidak menyangka Marsinah akan menjadi sosok yang begitu besar dan membanggakan, khususnya bagi Nganjuk. Kini, Nganjuk memiliki seorang Pahlawan Nasional,” ujar Marsini dengan mata berkaca-kaca.

Marsinah, seorang buruh perempuan asal Desa Nglundo, Nganjuk, dikenal sebagai simbol keberanian dalam memperjuangkan hak-hak pekerja dan kemanusiaan. Tumbuh dari keluarga petani sederhana, idealisme yang kuat telah menjadikannya ikon perjuangan rakyat kecil. “Terima kasih, adikku Marsinah. Kau telah membawa kami, keluargamu, berada di Istana Presiden ini,” tutup Marsini dengan bangga.

Dimyati Muhammad, keturunan keempat dari ulama besar Syaikhona Muhammad Kholil, juga hadir menerima gelar Pahlawan Nasional untuk leluhurnya. Dengan penuh rasa syukur, ia mengenang Syaikhona Kholil sebagai peletak dasar semangat nasionalisme berbasis keimanan.

“Syaikhona Kholil semasa hidupnya telah banyak berjuang untuk memajukan pendidikan, terutama pendidikan agama Islam. Beliau adalah pencetus Hubbul Wathan Minal Iman,” kata Dimyati.

Dimyati berharap penghargaan ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak hanya bagi keluarga besar Syaikhona Kholil. “Semoga ini bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia. Syaikhona Kholil bukan hanya milik keluarga, tetapi milik seluruh bangsa Indonesia,” tambahnya.

Siti Hardijanti Hastuti Rukmana (Mbak Tutut), putri sulung Presiden ke-2 RI Soeharto, turut hadir dalam acara tersebut.

“Dalam masyarakat, perbedaan pendapat itu wajar. Yang terpenting adalah kita melihat perjuangan Bapak dari muda hingga akhir hayatnya, yang selalu ditujukan untuk bangsa, negara, dan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Mbak Tutut menambahkan bahwa keluarga besar Soeharto akan mengungkapkan rasa syukur dengan berziarah dan berdoa di makam Soeharto. “Kami akan berziarah, berzikir, dan bersyukur kepada Allah SWT. Semua ini terjadi atas izin-Nya,” katanya dengan takzim.

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mewakili keluarga besar Sarwo Edhie Wibowo, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada kakeknya, Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. “Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah atas anugerah Pahlawan Nasional ini. Ini adalah kehormatan luar biasa atas jasa dan pengabdian beliau sebagai seorang prajurit,” ujar AHY.

AHY juga menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi pengingat bagi keluarga besar untuk terus melanjutkan nilai-nilai perjuangan dan pengabdian Sarwo Edhie Wibowo. Ia menambahkan bahwa Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono turut menyampaikan penghargaan kepada negara dan Presiden Prabowo Subianto, mengingat Sarwo Edhie Wibowo pernah menjabat sebagai Gubernur Akademi Militer yang mendidik dua putra terbaik bangsa.

“Beliau adalah Gubernur Akademi Militer yang mencetak dua putra terbaik bangsa, Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono,” pungkas AHY.

Artikel Terkait

InShot 20260525

Puisi-puisi Edy Sukardi

Tak selesai dalam semalam Terus saja…

Oplus

Seluruh Jemaah Haji Indonesia Tiba…

Jakarta – Seluruh jemaah haji asal…

InShot 20260524

Belitung Jadi Tuan Rumah Geopark…

Intisari Berita BELITUNG – Kabupaten Belitung…