Intisari Berita
- Dispora dan KONI Belitung menghadapi tantangan besar menjelang Porprov Bangka Belitung 2026 karena anggaran turun drastis dari sekitar Rp8 miliar (Porprov 2023) menjadi hanya Rp3,2 miliar.
- Strategi utama: Seleksi ketat terhadap 26 cabang olahraga yang pernah tampil, hanya fokus pada cabor unggulan dengan peluang medali.
- Efisiensi pembinaan: Latihan diarahkan pada atlet berprestasi, dengan dukungan klub, sekolah, dan komunitas olahraga.
- Evaluasi prestasi: Hasil Porprov 2023 dan Kejurprov 2025 dijadikan acuan untuk menentukan prioritas.
Dispora dan KONI Belitung menegaskan strategi menghadapi Porprov Bangka Belitung 2026 akan lebih selektif dan efisien, dengan sejumlah cabang olahraga berpotensi dipangkas akibat anggaran yang turun drastis.
Anggaran Menyusut, Seleksi Cabor Lebih Ketat, rapat koordinasi Dispora dan KONI Belitung menekankan evaluasi terhadap 26 cabang olahraga (cabor) yang tampil di Porprov 2023 dan Kejurprov 2025. Kepala Dispora Belitung, Edi Usdianto, menyatakan bahwa keputusan mengikuti cabor akan didasarkan pada rekam jejak prestasi dan peluang medali.
Menyoroti anggaran Porprov 2026 hanya sekitar Rp3,2 miliar, jauh lebih kecil dibandingkan Porprov 2023 yang mencapai Rp8 miliar. “Dengan anggaran yang jauh lebih kecil, kita harus benar-benar teliti. Kita tidak hanya memikirkan jumlah cabor, tetapi juga kualitas atlet yang diturunkan,” ujar Edi Usdianto.
Potensi Pemangkasan Cabor bahwa sejumlah cabor berpotensi dipangkas. “Hari ini kita membahas seluruh cabor dengan melihat rekam jejak prestasi. Dari sini kita sudah punya gambaran mana saja cabor yang menjadi prioritas dan berpotensi besar meraih medali,” jelas Edi Usdianto.
Keterbatasan anggaran ternyata bukan hanya dialami Belitung. Di Bangka Selatan, KONI setempat bahkan mendesak penambahan anggaran karena hanya mendapat alokasi Rp1 miliar.
Sekretaris KONI Bangka Selatan, Dody Syahrial, menilai angka tersebut tidak realistis: “Sayang kalau momen ini membuat kita tidak bisa ikut atau bahkan tidak mengirim atlet hanya karena anggaran yang minim”.
Meski anggaran menurun, KONI Belitung tetap optimistis. Keberhasilan tim voli Belitung yang juara di Kejurprov Babel 2025 menjadi salah satu modal penting. Ketua PBVSI Belitung, Edi Usdianto, mengingatkan agar atlet tidak cepat puas: “Masih ada even yang lebih besar segera menanti, yaitu Porprov Bangka Belitung 2026”.
Dengan anggaran yang menyusut drastis, Dispora dan KONI Belitung memilih strategi realistis: memperkuat cabor unggulan, menyeleksi atlet secara ketat, dan memangkas cabor yang kurang berpotensi.
Kondisi ini mencerminkan tantangan yang juga dialami daerah lain di Babel, namun tetap membuka peluang bagi Belitung untuk menjaga prestasi di Porprov 2026.












