Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Belitung Catat 26 Kasus Baru ODHIV Hingga Oktober 2025
Inshot 20251127 040809171

Belitung Catat 26 Kasus Baru ODHIV Hingga Oktober 2025

intisari Berita

  • Dari 26 kasus baru, 20 di antaranya adalah laki-laki dan 6 perempuan.
  • Sebaran umur: 1 kasus pada kelompok umur 10-18 tahun, 24 kasus pada kelompok umur 19-59 tahun, dan 1 kasus pada kelompok umur di atas 60 tahun.
  • Dinkes Belitung terus melakukan sosialisasi pencegahan HIV/PIMS sepanjang tahun 2025, termasuk supervisi ke puskesmas, pendampingan pemeriksaan HIV, sosialisasi dan skrining di berbagai tempat seperti lapas dan tempat hiburan.

Tantangan Penanganan, Dukungan Keluarga, dan Upaya Menghapus Stigma

TANJUNGPANDAN, BELITUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, melaporkan adanya 26 kasus baru Orang Dengan HIV (ODHIV) hingga Oktober 2025. Data ini disampaikan langsung oleh Plt Kepala Dinkes Belitung, Sri Agustini, pada Rabu (26/11).

Profil Kasus

  • Jenis kelamin: 20 laki-laki, 6 perempuan
  • Sebaran usia:
  • 1 kasus pada kelompok usia 10–18 tahun
  • 24 kasus pada rentang usia produktif 19–59 tahun
  • 1 kasus pada kelompok usia di atas 60 tahun

Angka ini menegaskan bahwa kelompok usia produktif masih menjadi yang paling rentan terhadap penularan HIV di Belitung.

Upaya Pencegahan dan Sosialisasi
Sepanjang tahun 2025, Dinkes Belitung melaksanakan berbagai program untuk menekan laju penularan HIV, di antaranya:

  • Supervisi program HIV/PIMS ke seluruh puskesmas.
  • Pendampingan pemeriksaan HIV bagi kelompok berisiko.
  • Sosialisasi dan skrining HIV di lembaga pemasyarakatan (Lapas), populasi kunci, serta tempat hiburan.
  • Penyebaran iklan layanan masyarakat melalui radio dan forum pertemuan.
  • Peningkatan layanan PDP (Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan) bagi pasien ODHIV.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.

Tantangan di Lapangan
Meski berbagai program telah dijalankan, Dinkes Belitung masih menghadapi sejumlah kendala serius, antara lain:

  • Sulit menjangkau kelompok berisiko saat pelaksanaan skrining.
  • Adanya pasien yang meninggal dunia sebelum sempat memulai terapi Antiretroviral (ARV).
  • Tingkat pengetahuan pasien mengenai HIV masih rendah.
  • Minimnya dukungan keluarga terhadap pasien dalam menjalani pengobatan.

Ajakan Menghapus Stigma
Sri Agustini menekankan bahwa dukungan keluarga dan lingkungan sosial sangat penting agar pasien dapat menjalani pengobatan secara teratur. Ia juga mengajak masyarakat untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV.

“Kami mengajak masyarakat untuk menghentikan stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV. Para penderita HIV bisa hidup normal dan memiliki harapan hidup yang panjang asalkan mereka menjalani pengobatan secara teratur,” ujarnya.


Dinkes Belitung berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat layanan kesehatan, serta membangun jejaring dukungan sosial bagi ODHIV.

Dengan langkah ini, diharapkan angka penularan HIV dapat ditekan, sementara pasien yang sudah terdiagnosis dapat menjalani hidup lebih sehat, produktif, dan bermakna.

Artikel Terkait

Inshot 20251205 214943024

Bupati Belitung Teken MoU Pengembangan…

Intisari Berita JAKARTA,— Komitmen Pemerintah Kabupaten…

Inshot 20251205 200213879

“Kalau Tidak Ada Makanan, Kirimkan…

intisari Berita Delapan hari telah berlalu…

Inshot 20251205 190703601

Wapres Gibran Kunjungi Tapanuli Selatan,…

Intisari Berita Wakil Presiden RI, Gibran…

Belitung Catat 26 Kasus Baru ODHIV Hingga Oktober 2025 – Media Daulat Rakyat