intisari Berit
- Banjir bandang terjadi di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat.
- 36 warga RT 20 dilaporkan hilang dan belum dapat dihubungi.
- 25 rumah hanyut dan 5 rusak berat akibat banjir.
- 7 orang tewas dan 3 luka-luka berdasarkan data BPBD Sumbar hingga Jumat malam.
- Banjir dipicu oleh hujan lebat yang terjadi dalam sepekan terakhir.
- Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban.
PADANG PANJANG- Banjir bandang melanda Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, pada Kamis (27/11/2025), menyebabkan puluhan warga hilang dan kerusakan parah pada permukiman. Hingga Sabtu (29/11/2025), sebanyak 36 warga RT 20 belum diketahui keberadaannya.
Sekretaris Kelurahan Silaing Bawah, Nurmiati Amin, menyatakan bahwa warga yang hilang tersebut bermukim di sekitar jembatan kembar di jalan nasional Padang-Bukittinggi. “Mereka belum ditemukan dan belum dapat dihubungi,” ujarnya.
Banjir bandang mengakibatkan 25 rumah hanyut dan 5 rusak berat di RT 20. Total, 202 jiwa bermukim di wilayah tersebut. Sebagian besar warga yang selamat mengungsi di kantor Kelurahan Silaing Bawah, tempat keluarga, atau kembali ke rumah mereka.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, hingga Jumat (28/11/2025) malam, 7 orang tewas dan 3 luka-luka akibat bencana ini. Banjir bandang dipicu oleh hujan lebat selama sepekan terakhir, dengan air bah datang dari anak sungai yang merupakan hulu Sungai Batang Anai.
Selain menghantam rumah warga, banjir juga merusak warung dan mushala di sekitar jembatan kembar, yang sering menjadi tempat istirahat pengendara. Seorang pengendara selamat, Pendi (44), mengatakan bahwa banjir terjadi sekitar pukul 11.30 saat banyak pengendara berhenti di lokasi karena hujan deras dan adanya batang kayu yang menghambat jalan.
Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian korban di sekitar jembatan kembar jalan nasional Padang-Bukittinggi. Suheri (53), warga setempat, mengungkapkan bahwa ayah, ibu, dua adik, keponakan, dan kakak iparnya belum ditemukan setelah rumah dan warung milik keluarganya tersapu banjir bandang.












