Malam itu Panjang
ESu
Dalam obrolanku
dengan Rumi
Ia sampaikan satu kalimat
‘Malam itu panjang
jangan kau perpendek
dengan tidurmu
Datangi kekasihmu
bicaralah padanya
dalam sepi
dalam sunyi
dalam sendiri
Rangkaian kata yang kau
ucapkan memantul
terdengar oleh telingamu
sendiri
Ya itu suara hatimu
kau ucapkan dengan lembut
syahdu
tak terburu-buru
Sabarlah
susun satu-satu
Hasratmu ingin menyampaikan
semua yang kau rasa
semua yang kau pikir
Mereka tak mampu
untuk mengambil semua
yang kau tabur
mereka akan mengambil
satu dua saja
yang mereka suka
Mereka
Seumpama memasuki
taman bunga, indah
aneka warna
menarik
tetapi hanya satu dua
yang akan mereka petik
Sabarlah
kau boleh menjajarkan semua
dengan segala daya tariknya
lagi-lagi
mereka hanya akan
memetik satu dua kuntum
Malam itu panjang
jangan kau perpendek
dengan tidurmu
Siang itu terang
jangan kau gelapkan
dengan dosa-dosamu
Baginya
tiada yang tersembunyi
Semua Ia amati
tiada yang lepas
tiada yang luput
Untuk apa seratus tahun
untuk apa seribu tahun
untuk apa
Malam itu waktu
yang sangat panjang
jangan kau perpendek
dengan tidurmu.
Pisangan Timur
4 Desember 2025
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














