Dusta
ESu
Mulanya tak ada
yang tau
kalau engkau berbuat curang
karena engkau telah
menutup dengan rapat
tetapi serapi apapun dusta
pasti ada cacat celanya
ada saja celah untuk
membongkarnya
Walau kau tutup dengan
kuasa
dengan harta
kebenaran selalu saja
menemukan jalannya
sendiri
Tangan dan kaki
menutup rapi
tetapi tangan kaki itu juga
yang akan membuka
rahasia tersembunyi
Saat mulut dikunci
tangan yang akan bicara
dan kaki menjadi saksi
tentang dustamu
tadi pagi
Selalu ada saksi
Akan selalu ada
yang melihat dengan mata
atau saksi ahli
yang membaca dengan
nalar dan logikanya
ia membaca dengan ilmunya
Ia tak perlu melihat
Getar hatinya
telah menangkap
Bahwa ucapanmu dusta
Ia membaca dengan nalarnya
Ia membaca dengan ilmunya
Lalu kau
Mau lari ke mana
Dusta
ditutup dengan dusta
tetapi selalu ada celah
untuk dibuka
Dusta itu gelap
Kebenaran itu cahaya
Pisangan Timur
30 januari 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














