
BANDAR LAMPUNG, MEDIA DAULAT RAKYAT – Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjalani safari politik di Provinsi Lampung selama tiga hari, 26–28 Juni 2026. Agenda padatnya meliputi penerimaan gelar adat kehormatan, menghadiri Rakorda Partai Solidaritas Indonesia (PSI), hingga menyapa warga dalam kirab budaya.
Gelar Adat “Baginda Pemuka Bangsa”
Pada Sabtu (27/6), Jokowi menerima gelar adat Baginda Pemuka Bangsa dari lima kerajaan adat besar Lampung. Prosesi berlangsung di Kedatun Keagungan, Bandar Lampung, dengan upacara adat Nemui Nyimah sebagai bentuk penghormatan atas kiprah Jokowi sebagai Presiden RI ke-7.
Agenda Rakorda PSI
- Mesuji (26/6): Jokowi hadir dalam Rakorda PSI, dilanjutkan salat Jumat di Masjid Agung Baitul Amal, lalu menuju Tulangbawang untuk agenda partai.
- Bandar Lampung (27/6): Jokowi bersama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menghadiri Rakorda PSI yang disambut antusias ribuan warga.
- Lampung Timur (28/6): Jokowi mengikuti kirab budaya, menyapa pelaku UMKM, dan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Nurul Qodiri di Lampung Tengah.
Antusiasme dan Aksi Penolakan
Kunjungan Jokowi diwarnai dua sisi:
- Antusiasme warga: Ribuan masyarakat berdesakan, bahkan ada yang memanjat tembok demi melihat Jokowi secara langsung.
- Aksi penolakan: Sejumlah emak-emak menggelar demonstrasi di Bundaran Tugu Adipura, Bandar Lampung, membawa spanduk dan menyuarakan kritik atas kehadiran Jokowi.
Dimensi Politik
Safari Jokowi ke Lampung disebut sebagai langkah awal memperkuat dukungan terhadap PSI menjelang Pemilu 2029. Kehadiran Jokowi bersama Kaesang dinilai sebagai upaya menjaga pengaruh politik keluarga sekaligus menguji loyalitas pendukung di daerah.
Safari Jokowi di Lampung memperlihatkan dinamika politik yang kontras: penghormatan adat dan dukungan warga di satu sisi, serta aksi penolakan dari sebagian masyarakat di sisi lain. Agenda ini menegaskan peran Jokowi dalam mendukung PSI sekaligus menjaga eksistensi politiknya pasca-presidensi.












