MEDIA DAULAT RAKYAT BELITUNG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung bergerak cepat mengatasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kian marak. Hanya dalam kurun waktu satu hari, tim pemadam kebakaran (Damkar) BPBD Belitung sukses menjinakkan amukan si jago merah di tiga lokasi berbeda di Kecamatan Tanjungpandan dengan total area terdampak mencapai 8 hektare.
Keberhasilan melokalisir seluruh titik api ini mencegah dampak kebakaran meluas ke area pemukiman warga.
Kronologi Kebakaran di Tiga Titik
Berdasarkan data resmi BPBD Belitung, rentetan peristiwa kebakaran lahan tersebut terjadi berturut-turut sejak pagi hingga sore hari dengan rincian sebagai berikut:
- Jalan Kelekak Usang, Desa Perawas Kebakaran pertama dilaporkan terjadi pada pukul 10.30 WIB. Petugas bergegas ke lokasi dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 11.55 WIB. Luas lahan yang terbakar di titik ini diperkirakan mencapai \pm 1 hektare.
- Jalan Sudirman, Desa Buluh Tumbang Belum reda bersiaga, titik api kedua yang cukup besar muncul pada pukul 13.21 WIB. Petugas membutuhkan waktu hampir 1,5 jam hingga pukul 14.53 WIB untuk menjinakkan api yang melahap lahan seluas \pm 4 hektare.
- Jalan Air Ranggong, Desa Air Saga Hampir bersamaan dengan titik kedua, kebakaran ketiga pecah pada pukul 14.10 WIB. Berkat kesiapsiagaan tim, api yang membakar lahan seluas \pm 3 hektare berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 14.55 WIB.
Apresiasi dan Imbauan Tegas BPBD
Merespons rentetan kejadian ini, Kepala Pelaksana BPBD Belitung, Zainal Harison, memberikan apresiasi atas respons cepat para personelnya di lapangan yang berhasil mengendalikan situasi dengan cekatan.
“Personel di lapangan bergerak cepat sehingga ketiga titik kebakaran lahan yang terjadi hari ini berhasil dipadamkan dan lokasinya dilokalisir agar tidak meluas,” tegas Zainal Harison dalam pernyataan resminya.
Kendati situasi berhasil dikendalikan, Zainal mengingatkan bahwa ancaman karhutla saat ini berada pada level yang mengkhawatirkan akibat musim kemarau yang sedang berlangsung. Kondisi vegetasi yang mengering membuat lahan menjadi sangat rentan dan mudah tersulut api. BPBD Belitung pun mencatat adanya tren peningkatan laporan kebakaran akhir-akhir ini.
Oleh karena itu, Zainal mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menghentikan aktivitas pemicu kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Selain itu, hindari membakar sampah tanpa pengawasan dan jangan membuang puntung rokok sembarangan karena kondisi vegetasi yang kering sangat mudah tersulut api,” pungkasnya.
Melalui pengawasan ketat dan edukasi yang masif, diharapkan kesadaran masyarakat dapat meningkat demi mencegah potensi bencana kabut asap dan kerusakan lingkungan yang lebih besar di Negeri Laskar Pelangi.












