Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • OPINI: Tanjung Pandan 2030 – Kota di Tengah Kepungan Sawit, Ancaman Krisis Air di Depan Mata
IMG 20261012 WA5145

OPINI: Tanjung Pandan 2030 – Kota di Tengah Kepungan Sawit, Ancaman Krisis Air di Depan Mata


Oleh: Akhlanudin

Pernyataan bahwa Tanjung Pandan berpotensi kesulitan sumber air minum pada tahun 2030 karena dikelilingi perkebunan kelapa sawit dari Barat, Timur, Selatan hingga Utara bukanlah isapan jempol. Itu adalah alarm keras yang harus kita dengar hari ini.

Saya melihat langsung. Dulu, Tanjung Pandan adalah kota yang dikelilingi hutan kelekak, kebun lada, dan aliran sungai yang jernih. Hari ini, jika kita tarik garis dari Desa Juru Seberang di Barat, Aik Rayak di Timur, Aik Ketekok di Selatan, hingga Tanjung Tinggi di Utara, yang mendominasi pandangan adalah hamparan hijau monokultur: sawit.

Di Mana Letak Bahayanya?

Banyak yang mengira sawit itu sekadar pohon. Padahal dampaknya sistemik.

Pertama, Deforestasi dan Hilangnya Daerah Tangkapan Air. Hutan Belitung bukan hutan hujan tropis lebat, tapi hutan kerangas dan hutan rawa yang menjadi spons raksasa. Satu hektar hutan kelekak mampu menyimpan ribuan liter air hujan. Ketika hutan itu dibabat untuk sawit, air hujan tidak lagi meresap, ia langsung mengalir ke laut. Hasilnya? Musim hujan banjir, musim kemarau kering kerontang.

Kedua, Sawit adalah Vampir Air. Ini fakta ilmiah yang sering dibantah pengusaha. Satu pohon sawit dewasa membutuhkan 150-200 liter air per hari. Bayangkan jika ada 10.000 hektar sawit mengelilingi Tanjung Pandan, berapa juta liter air tanah yang disedot setiap hari? Sumur-sumur warga di Paal Satu, Lesung Batang, yang dulu 4 meter sudah dapat air, kini harus 12 meter lebih.

Ketiga, Racun yang Mengalir ke Kolong. Tanjung Pandan hari ini sangat bergantung pada kolong-kolong bekas tambang timah sebagai sumber air baku PDAM. Limbah pupuk NPK, herbisida, dan pestisida dari perkebunan sawit yang mengelilingi kota, pada akhirnya akan bermuara ke sungai dan meresap ke kolong-kolong itu. Kita tidak hanya terancam krisis kuantitas, tapi juga krisis kualitas.

Proyeksi 2030: Bukan Sekadar Teori

Jika tata ruang kita biarkan seperti ini, tanpa moratorium ekspansi sawit di ring 1 Tanjung Pandan, inilah yang akan terjadi pada 2030:

  1. Krisis Air Musiman Menjadi Permanen: Saat ini kita masih mengalami krisis air di bulan Agustus-Oktober. Pada 2030, krisis bisa berlangsung 6-7 bulan.
  2. Perang Air Sunyi: Konflik horizontal antara masyarakat dengan perusahaan perkebunan untuk memperebutkan sumber air akan tak terhindarkan. Siapa yang punya modal besar untuk membuat embung dalam, dia yang bertahan.
  3. Mahalnya Harga Air: Ketika PDAM harus mengolah air yang semakin tercemar dan semakin jauh sumbernya, beban biaya akan dibebankan ke masyarakat. Air, yang seharusnya hak dasar, menjadi barang mewah di tanah sendiri.

Apa yang Harus Dilakukan?

Kita tidak anti-investasi. Tapi investasi tidak boleh membunuh masa depan kota.

1. Audit Tata Ruang Total: Pemerintah Kabupaten Belitung harus berani membuka peta. Berapa persen tutupan sawit di DAS Aik Guro dan Aik Rayak? Hentikan pemberian izin baru dalam radius 10 KM dari pusat Tanjung Pandan.

2. Lindungi Sempadan dan Hutan Kota: Cabut dan kembalikan fungsi hutan lindung di Gunung Tajam dan sekitar Air Terjun Gurok Beraye sebagai daerah tangkapan air utama. Ini non-negosiable.

3. Ubah Kolong Jadi Tandon Raksasa: Kita punya ratusan kolong. Jangan dibiarkan mati. Buat program revitalisasi kolong sebagai waduk resapan dengan teknologi biofilter, bukan sekadar tempat wisata.

4. Keadilan Ekologis: Wajibkan setiap perusahaan sawit yang beroperasi di sekitar Tanjung Pandan membangun embung konservasi minimal 10% dari luas HGU mereka dan melarang penggunaan pestisida kimia di sempadan sungai.

Tanjung Pandan adalah jantung Belitung. Jika jantungnya kekurangan air, maka matilah seluruh tubuh pulau ini.

2030 hanya tinggal 4 tahun lagi. Pilihan ada pada kita: mau minum air, atau minum minyak sawit?


Artikel Terkait

IMG 20261012 WA9002

Khozinuddin Ngamuk di Gerbang DPR,…

JAKARTA, MEDIA DAULAT RAKYAT, 12 OKTOBER…

Oplus

BREAKING NEWS: Irjen Pol Agus…

JAKARTA – PANGKALPINANG, MEDIA DAULAT RAKYAT,…

InShot 20261012

DPD RI Babel Gelar Diskusi…

PANGKALPINANG, MEDIA DAULAT RAKYAT, 12 OKTOBER…