TANJUNGPANDAN | Media Daulat Rakyat – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Belitung tancap gas perkuat peran organisasi kemasyarakatan (ormas).
Kesbangpol menggelar kegiatan pembinaan bagi pengurus ormas sebagai upaya meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat peran ormas dalam mendukung pembangunan daerah. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 41 ormas yang terdaftar di Kabupaten Belitung.
Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Ormas Kesbangpol Belitung, Dedy Kurniawan, mengatakan pembinaan tersebut dirancang untuk mendorong ormas menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan.
“Kegiatan pembinaan ormas Kabupaten Belitung tahun 2026 bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan peran ormas sebagai mitra strategis pemerintah daerah,” kata Dedy di Tanjungpandan, Selasa.
Menurutnya, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga situasi daerah yang kondusif, serta meningkatkan partisipasi masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu, pembinaan diharapkan dapat memperluas wawasan para pengurus ormas dalam melestarikan nilai-nilai luhur bangsa dan mendukung pencapaian tujuan negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.
Dedy menjelaskan, seluruh peserta berasal dari beragam latar belakang organisasi, mulai dari ormas sosial keagamaan, profesi dan ketenagakerjaan, kepemudaan serta kemahasiswaan, hingga organisasi adat dan budaya.
“Kegiatan pembinaan ini diikuti oleh perwakilan dari 41 ormas yang terdaftar di Kabupaten Belitung,” ujarnya. Setiap organisasi mengirimkan dua orang perwakilan untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung, Fedy Malonda, berharap pembinaan terhadap ormas dapat terus berlangsung secara berkelanjutan dengan materi yang disesuaikan dengan perkembangan dan tantangan daerah.
“Kami berharap pembinaan ini berkelanjutan dan temanya terus berkembang menjawab masalah daerah, sehingga ormas dapat tumbuh mandiri dan sehat. Ormas hendaknya bukan menjadi beban pemda, melainkan memberi dukungan melalui ide dan usulan,” kata Fedy.
Ia menegaskan, keberadaan organisasi kemasyarakatan memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah daerah karena para pengurus ormas dinilai memahami kondisi riil yang dihadapi masyarakat di lapangan.
“Pengurus ormas merupakan pihak yang paling memahami kondisi nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dengan pembinaan tersebut, Kesbangpol Belitung berharap peran ormas semakin optimal dalam mendukung pembangunan, menjaga kondusivitas daerah, serta menjadi jembatan aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
Editor: Redaksi Media Daulat Rakyat












