Media Daulat Rakyat Gantung Belitung Timur– Perkumpulan Nelayan Gantong secara resmi mendeklarasikan komitmen mereka untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Belitung Timur (Beltim).
Melalui deklarasi ini, para nelayan menyatakan sikap tegas untuk menolak hoaks, provokasi, serta berbagai bentuk informasi yang berpotensi memecah belah persatuan warga.
Acara yang berlangsung di Warkop Dermaga Sungai Lenggang, Kecamatan Gantung, pada Jumat (26/6/2026) ini dihadiri oleh seluruh nelayan yang tergabung dalam Perkumpulan Nelayan Gantong. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Belitung Timur.
Nelayan Sepakat Jaga Persatuan
Ketua Perkumpulan Nelayan Gantong, Oleng, menyampaikan bahwa deklarasi ini merupakan komitmen bersama untuk memperkuat persatuan di kalangan nelayan sekaligus menjaga keharmonisan sosial. Menurutnya, peran nelayan tidak terbatas pada mencari nafkah di laut, tetapi juga mencakup tanggung jawab dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah pesisir.
”Kami ingin menunjukkan bahwa nelayan di Gantong tetap solid dalam menjaga persatuan. Kami siap bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan kondusif di Belitung Timur,” ujar Oleng.
Ia juga menegaskan bahwa kebersamaan adalah modal utama agar masyarakat tidak mudah terombang-ambing oleh isu-isu negatif yang belum jelas kebenarannya.
Siap Tolak Hoaks dan Ujaran Kebencian
Dalam poin deklarasi tersebut, Perkumpulan Nelayan Gantong secara tegas menolak segala bentuk provokasi, fitnah, ujaran kebencian, dan penyebaran berita bohong yang dapat memicu keresahan sosial.
Oleng mengimbau seluruh anggota dan masyarakat nelayan agar lebih bijak dalam menyaring maupun membagikan informasi, terutama yang beredar di media sosial.
”Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Mari kita jaga kebersamaan dan kedamaian demi kemajuan Belitung Timur,” tegasnya.
Ia menambahkan, sikap kritis dalam memilah informasi merupakan langkah krusial untuk membentengi masyarakat dari ancaman perpecahan.












