Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Geliat Ekonomi di Jantung Kota: CFD Perdana Bundaran Tugu Satam Jadi Wadah UMKM Belitung Unjuk Gigi
InShot 20260710

Geliat Ekonomi di Jantung Kota: CFD Perdana Bundaran Tugu Satam Jadi Wadah UMKM Belitung Unjuk Gigi

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNG PANDAN BELITUNG — Kawasan Bundaran Tugu Satam, Tanjungpandan, bersiap mencetak sejarah baru akhir pekan ini. Hari Minggu, 12 Juli 2026, akan menjadi momentum perdana bagi masyarakat Belitung untuk menikmati kawasan Car Free Day (CFD) yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB.

​Bukan sekadar ajang olahraga dan rekreasi keluarga, Pemerintah Kabupaten Belitung secara strategis menyulap ruang publik ini sebagai motor penggerak ekonomi baru bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

​Manfaat Ganda: Tubuh Sehat, Ekonomi Melesat

​Bupati Belitung, Djoni Alamsyah, menegaskan bahwa kehadiran CFD dirancang khusus untuk membawa dampak berganda (multiplier effect). Selain menyediakan ruang publik yang sehat, ramah lingkungan, dan bebas polusi kendaraan, agenda ini menjadi wadah interaksi sosial sekaligus panggung bagi produk-produk kreatif Belitung.

​Sejumlah produk lokal mulai dari kuliner tradisional, kerajinan tangan khas, hingga produk kreatif lainnya dipastikan akan memadati area yang difasilitasi oleh pemerintah daerah tersebut. Keramaian Minggu pagi ini dinilai menjadi pasar potensial yang sangat menjanjikan.

​“Pelaksanaan CFD di Bundaran Satam dapat menjadi ruang untuk menggerakkan sektor perekonomian daerah khususnya bagi para pelaku UMKM,” ujar Djoni Alamsyah.

​“Kehadiran Car Free Day ini sengaja kita rancang sebagai ruang yang banyak manfaat… momentum emas untuk membangkitkan dan menggerakkan ekonomi pelaku UMKM kita,” tambahnya.

​Transformasi Bundaran Satam Sebagai Pusat Interaksi yang Hidup

​Melalui inisiatif ini, Pemkab Belitung berkomitmen penuh untuk memfasilitasi pelaku usaha lokal agar bisa langsung menjangkau konsumen. Bundaran Tugu Satam yang selama ini menjadi ikon estetika kota, kini bertransformasi menjadi pusat aktivitas yang produktif secara ekonomi dan sosial.

​“Kami ingin Bundaran Satam tidak hanya menjadi pusat estetika kota, tetapi juga pusat interaksi sosial yang produktif,” tegas Djoni.

​Sebagai sebuah strategi ekonomi akar rumput, keberhasilan CFD ini tentu membutuhkan sinergi dari seluruh lapisan masyarakat. Visi jangka panjangnya adalah menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin berkelanjutan yang memperkuat identitas kota sekaligus mendongkrak kesejahteraan warga.

​Di akhir penyampaiannya, Bupati Belitung mengajak seluruh elemen masyarakat, komunitas, hingga sektor swasta untuk hadir dan meramaikan CFD perdana ini.

​“Mari kita buktikan bahwa kebersamaan adalah kekuatan Belitung… mendukung produk lokal agar Belitung menjadi daerah yang lebih sehat, hidup, dan semakin maju,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Oplus

Goresan Puisi Epik KDB

NAMA-NYA: DUSTA Engkau pendusta!Janji-mu kiasan basiDibungkus…

InShot 20260710

Goresan Puisi Epik KDB

PEMUKIR SEJARAH Aku bukan penamat kisahAku…

Oplus

Goresan Puisi Epik KDB

SEBUTIR TELUR UNTUK 3 ANAK “Ibu,…