MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNG PANDAN BELITUNG, 22 Juli 2026* — Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat memastikan stok bahan bakar minyak di Depot Jober Pertamina Belitung dalam kondisi aman. Kapasitas depot saat ini 1.000–1.100 kiloliter, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 4–5 hari ke depan.
Hal itu disampaikan Djoni usai melakukan sidak ke SPBU Air Merbau, Rabu 22 Juli 2026.
“Sebenar BBM ini cukup, asal belanjanya jangan panik seperti ini,” ujar Djoni.
Hasil Sidak di SPBU Air Merbau
Dalam sidak tersebut, Bupati didampingi Kapolres Belitung AKBP Satria Darma, perwakilan Kodim 0414, dan Sales Branch Manager Rayon II Pertamina Patra Niaga Rafli Alhaq.
Hasil pantauan di lapangan:
- Pertalite: Stok ±20 ton
- Pertamax: Stok ±12 ton
- Tambahan: Satu truk bongkar pertalite baru masuk
Djoni menjelaskan antrean panjang di SPBU terjadi bukan karena stok kosong, melainkan keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Belinyu. Kondisi itu kemudian memicu panic buying di masyarakat.
“Jadi seolah-olah BBM kita ini habis, padahal kontinu, selalu datang dan selalu dikontrol buffer stoknya,” jelasnya.
Aparat Perketat Pengawasan Barcode
Bupati menyebut antrean yang terjadi merupakan anomali. Untuk mengantisipasi penimbunan, aparat mulai menindak pembelian berulang menggunakan barcode.
“Kalau terkait antrean di SPBU, memang anomali. Tadi dari Kapolres sudah ada upaya, khususnya masalah pembelian barcode yang sering berulang-ulang,” kata Djoni.
Imbauan Tidak Panik
Dengan buffer stok 1.100 KL dan jadwal kapal pengangkut yang rutin, Pemkab Belitung memastikan tidak ada krisis BBM di wilayah tersebut.
Djoni mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap lancar.
“Tantangan terbesar kita sekarang bukan di logistik, tapi di perilaku. Kalau ada isu sedikit langsung panic buying, antreannya jadi panjang,” tambahnya.
Pemerintah daerah bersama Pertamina dan aparat keamanan berkomitmen memperketat pengawasan di SPBU agar penyaluran BBM tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.












