Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • HIPMI Belitung: Krisis Tata Niaga Timah Jadi Momentum Transformasi Ekonomi Pasca-Tambang
File 0000000051988209a83765c4ab3406a6

HIPMI Belitung: Krisis Tata Niaga Timah Jadi Momentum Transformasi Ekonomi Pasca-Tambang

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 27 Juli 2026* — BPC HIPMI Belitung menegaskan transformasi ekonomi pasca-tambang timah harus segera dilakukan. Fokusnya pada hilirisasi industri, kepastian regulasi investasi, serta penguatan sektor alternatif seperti pariwisata dan pertanian terpadu.

Ketua BPC HIPMI Belitung Zainudin menilai krisis tata niaga timah saat ini menjadi momentum besar bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi.

Krisis Tata Niaga Pukul Ekonomi Bawah

Menurut Zainudin, tata niaga timah yang amburadul berdampak langsung ke masyarakat bawah. Perputaran uang dan daya beli di Belitung menurun akibat ketidakpastian di sektor tambang.

“Timah sudah tidak bisa lagi diandalkan sebagai penopang utama ekonomi daerah. Tata niaga yang amburadul saat ini benar-benar memukul perekonomian masyarakat di tingkat bawah, termasuk berdampak domino,” ujar Zainudin.

3 Solusi yang Didorong HIPMI

HIPMI mendorong tiga langkah strategis agar ekonomi Belitung tidak bergantung lagi pada tambang timah mentah.

1. Hilirisasi Industri
Pengolahan timah harus bergeser dari raw material ke barang setengah jadi atau barang jadi. Hal ini dinilai mampu memberi nilai tambah lebih tinggi dan menyerap tenaga kerja lokal.

“Industri hilirisasi ini sangat dibutuhkan secepat mungkin,” tegas Zainudin.

2. Regulasi & Kepastian Investasi
HIPMI meminta Pemda memberi kepastian hukum dan iklim investasi yang sehat. Investor sektor non-tambang harus diberi kemudahan.

“Hilirisasi butuh kepastian hukum dan iklim investasi yang sehat. Pemda dan pemangku kebijakan harus memberikan karpet merah serta kemudahan bagi investor,” ujarnya.

3. Diversifikasi Ekonomi
Sektor pariwisata perlu dioptimalkan kembali sebagai ikon daerah. Sementara itu, pertanian terpadu atau integrated farming didorong untuk menjaga ketahanan pangan lokal.

“Belitung butuh percepatan di sektor-sektor ekonomi kreatif, salah satunya optimalisasi sektor pariwisata serta pengembangan integrated farming,” kata Zainudin.

Pemda Diminta Bergerak Cepat

HIPMI menekankan krisis ini tidak boleh dibiarkan berlarut. Pemerintah daerah diminta segera merespons agar pemulihan ekonomi tidak tertunda.

“Pemda harus bergerak cepat dan tidak boleh lambat merespons situasi ini. Pemulihan dan transformasi ekonomi Belitung tidak bisa ditunda lagi demi masa depan daerah, penciptaan lapangan kerja baru, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Zainudin.

Arah Transformasi Ekonomi Belitung Versi HIPMI
Fokus Tujuan Dampak
Hilirisasi timah Nilai tambah, tenaga kerja lokal Ekonomi lebih stabil
Regulasi investasi Kepastian hukum, kemudahan izin Investor masuk sektor non-tambang
Pariwisata Ikon daerah kembali optimal Lapangan kerja baru
Pertanian terpadu Ketahanan pangan lokal Ekonomi berkelanjutan
HIPMI berharap pemerintah segera menindaklanjuti rekomendasi ini agar Belitung bisa keluar dari ketergantungan pada timah dan menuju ekonomi yang lebih beragam dan berkelanjutan.

Artikel Terkait

File 00000000a9c082119ffa4f161a47257e

6 SMA/SMK Swasta di Babel…

MEDIA DAULAT RAKYAT PANGKALPINANG, 27 Juli…

File 0000000064d881fa8c4c3cb7d09a5d2b

105 Kasus Karhutla Hanguskan 108…

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 27 Juli…