Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Hukum
  • Bupati Beltim Kamarudin Buka Suara Soal Isu Angkut Tanah di KIAK – “Ada Orang Tidak Senang, Jangan Hambat Investasi
InShot 20260922

Bupati Beltim Kamarudin Buka Suara Soal Isu Angkut Tanah di KIAK – “Ada Orang Tidak Senang, Jangan Hambat Investasi

MEDIA DAULAT RAKYAT MANGGAR,22 September 2026 – Aktivitas pengangkutan tanah puruh di Kawasan Industri Aik Kelik (KIAK), Desa Air Kelik, Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur, mendadak jadi sorotan dan memicu laporan warga.

Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan bahwa laporan tersebut muncul karena ada pihak yang tidak senang dengan masuknya investasi besar, dan ia berharap isu ini tidak dibesar-besarkan hingga menghambat investasi.

KRONOLOGI: TANAH PURUH UNTUK SIAPKAN INVESTASI CHINA

Isu bermula dari aktivitas truk-truk yang mengangkut tanah puruh di dalam kawasan KIAK. Tanah tersebut bukan untuk dijual, melainkan untuk pematangan lahan dan persiapan pembangunan akses jalan utama kawasan industri.

Investor yang tengah mempersiapkan kawasan ini diketahui bernama Wongso, yang membawa investasi dari China untuk membangun industri pengolahan di KIAK.

“Jadi ceritanya kemarin Pak Wongso ini kan sudah mulai persiapkan investasi dari China. Jadi dia harus siaplah jalannya apa segala. Kelihatannya ada orang yang nggak senang, ganggu-ganggu, laporkan ini,” ujar Bupati Kamarudin Muten saat dikonfirmasi, Senin (22/9).

Menurut Kamarudin, aktivitas cut and fill atau pengangkutan tanah di dalam satu kawasan industri adalah hal yang wajar dan standar dalam tahap persiapan. Tanpa pematangan lahan dan jalan yang layak, investor tidak akan bisa masuk membawa alat berat dan membangun pabrik.

PERNYATAAN BUPATI: JANGAN JADIKAN HAMBATAN INVESTASI

Bupati yang akrab disapa Afa ini menekankan bahwa Pemkab Beltim sangat berkepentingan agar investasi di KIAK berjalan sesuai aturan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kita berharap persoalan terkait isu pengangkutan tanah tidak langsung berkembang menjadi hambatan terhadap investasi,” tegasnya.

Ia meminta agar semua pihak melakukan koordinasi, bukan saling lapor. Investor harus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan, dan pemerintah desa harus proaktif menjelaskan kepada masyarakat bahwa ini adalah bagian dari proses investasi, bukan penambangan liar.

“KIAK ini harapan baru kita. Kalau dari awal sudah diributkan dengan isu-isu yang belum jelas, investor bisa takut dan mundur. Yang rugi kita semua, lapangan kerja hilang,” kata Kamarudin.

KONTEKS: KIAK JADI HARAPAN BARU EKONOMI BELTIM

Kawasan Industri Aik Kelik (KIAK) memang diproyeksikan menjadi pusat industri baru di Belitung Timur. Kawasan seluas ratusan hektar di Desa Air Kelik ini diharapkan bisa menjadi magnet investasi, menyerap ribuan tenaga kerja lokal, dan menggerakkan ekonomi setelah sektor timah mulai menurun.

Namun, seperti banyak kawasan industri baru di Indonesia, sensitivitas sosial di awal pembangunan memang tinggi. Masyarakat sekitar khawatir soal debu, jalan rusak akibat truk tanah, dan kejelasan kompensasi.

Pengamat ekonomi lokal menilai, faktor utama gesekan ini adalah kurangnya komunikasi di tingkat tapak.

“Persiapan investasi besar sering menimbulkan gesekan sosial, terutama terkait lahan dan aktivitas awal seperti pengangkutan tanah. Ini wajar. Risikonya, jika tidak dikelola dengan koordinasi yang baik, isu ini bisa berkembang menjadi konflik yang menghambat pembangunan kawasan industri,” ujar seorang pemerhati investasi Beltim.

Solusinya, pemerintah daerah perlu memperkuat komunikasi dengan masyarakat dan memastikan transparansi. Misalnya dengan sosialisasi terbuka di balai desa Air Kelik, menjelaskan timeline pembangunan KIAK, berapa truk yang akan keluar masuk, jam operasionalnya, dan apa kompensasi untuk desa.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas pengangkutan tanah di KIAK masih berjalan dengan pengawalan aparat desa, sambil menunggu mediasi resmi antara investor Wongso, Pemdes Air Kelik, dan Pemkab Beltim yang dijadwalkan Selasa (23/9) besok.

Artikel Terkait

InShot 20260922

Kemarau Panjang Melanda, Ratusan Warga…

MEDIA DAULAT RAKYAT MANGGAR, 23 September…

InShot 20260921

Belitung Ajukan Penambahan Kuota 127.750…

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 21 September…

InShot 20260921

“Cuma Bisa Isi 1-2 Kali…

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 21 September…