MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA, 28 September 2026 – Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) memastikan tidak ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per hari ini, Senin 28 September 2026. Harga di seluruh SPBU Pertamina masih mengacu pada ketetapan awal September lalu.
Kepastian ini menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah kelangkaan BBM yang sempat terjadi di beberapa wilayah seperti Belitung dan Bangka dalam sepekan terakhir.
Rincian Harga Resmi Pertamina DKI Jakarta dan Sekitarnya
Untuk BBM subsidi, harga tetap stabil:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
Sementara untuk BBM nonsubsidi, harga juga tidak berubah dari awal September:
- Pertamax: Rp15.950 per liter
- Pertamax Green 95: Rp19.150 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter
- Dexlite: Rp23.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.200 per liter
Meski terlihat stabil hari ini, BBM nonsubsidi sejatinya mengalami penyesuaian cukup tinggi di awal September. Pertamax Green 95 naik Rp2.550, Pertamax Turbo naik Rp1.300, Dexlite melonjak Rp4.000, dan Pertamina Dex naik paling tinggi Rp4.050 per liter.
Apa Kata Media Nasional?
Dikutip dari Metro TV News, harga BBM terbaru di SPBU Pertamina pada Senin, 28 September 2026 tidak mengalami perubahan. Hal yang sama juga dilaporkan Kompas, yang menegaskan tidak ada kenaikan untuk BBM non-subsidi Pertamina hari ini.
Harga Beda Tiap Daerah
Pertamina mengingatkan, harga yang tertera untuk wilayah DKI Jakarta bisa berbeda dengan daerah lain. Hal ini dipengaruhi oleh pajak daerah dan ongkos distribusi.
Sebagai contoh, di wilayah Sumatera dan Kalimantan, harga Pertamax bisa menembus Rp16.300 hingga Rp16.650 per liter, lebih mahal dibanding Jawa.
Evaluasi harga BBM sendiri dilakukan rutin setiap bulan dengan mempertimbangkan tiga faktor utama: harga minyak mentah dunia, kurs rupiah terhadap dolar, dan daya beli masyarakat.
Dengan kepastian harga tetap ini, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan melakukan antrean berlebihan. Pertamina juga memastikan stok nasional dalam kondisi aman dan distribusi terus diperkuat ke wilayah-wilayah yang sempat mengalami kelangkaan.












