
Ilmuku cuma secuil
ESuAkal berdiri
di menara ilmu yang tinggi
meraba rahasia alam
menghitung kedalaman
bumi
serta menghitung
perputaran hari
Setinggi-tinggi
akal mendaki
ada dinding misteri
yang tak bisa ia lampaui
Logika manusia kecil
ia hanya diberi ilmu secuil
Padahal sekiranya seliruh air laut
dijadikan tinta
dan seluruh pohon kayu
dijadikan pena
untuk menulis hikmah
sang pencipta
tangan manusia tiada daya
Ilmuwan hanya bisa
membaca fenomena alam
Yang diluar jangkauan
akalnya
ia serahkan pada ilmunya
para Nabi dan Rasul
Kampus jadikan
tempat mengasah pikir
dan masjid jadikan
untuk mengingat dan berzikir
Di kampus aku belajar
batas kemampuan insani
di masjid aku merenungi
luasnya ayat ilahi
Pikiran boleh lelah
menelusuri sebuah arti
namun zikir membimbing akal
untuk berserah diri
Berpikir menyadarkan aku
betapa tak semua aku tau
sedang berzikir mengantarkan aku
kepada yang maha satu
Umbara, 17 Oktober 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia













