Rumah Kayu
ESu
Rumah sederhana
tempat berseminya cinta
terus mengakar
menghujam di hati
Benih-benih cinta
yang dulu mati
telah tumbuh dan bersemi
lagi
Dendam cinta itu
telah lama ada
penasaran
kusingkirkan segala
penghalang
Di rumah kayu
kini aku punya imam baru
imam yang sejak lama
kurindu
Ia datang juga padaku
untuk bersama
merenda langit biru
Sesungguhnya
sudah lama aku
menutup pintu
tetapi pada lelaki yang satu ini
aku tak berdaya
Aku harus membuka
pintu hatiku
untuk menerimanya
menjadi imamku
Dulu
Aku tak berani maju
karena perahunya
sarat penumpang
tapi kini ia datang
dengan perahu yang baru
Ia bilang
perahu ini untukmu
Tidak
Aku tidak sedang bermimpi
Ini nyata
Aku berdiri di buritan
bersama nakodaku
Imamku
Aku memasuki
rumah kayu
dan menambatkan perahu
di sisi rumahku
Pisangan Timur
14 Juni 2025
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














