Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Museum Tanjungpandan: Jejak Timah dan Warisan Budaya Belitung
Images 6

Museum Tanjungpandan: Jejak Timah dan Warisan Budaya Belitung

Images 6

Tanjungpandan, Belitung — Di jantung kota Tanjungpandan, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang menyimpan jejak panjang eksplorasi tambang dan kebudayaan lokal: Museum Tanjungpandan. Lebih dari sekadar ruang pamer, museum ini menjadi saksi bisu transformasi Belitung dari pulau penghasil timah menjadi pusat pelestarian warisan budaya.

Museum ini pertama kali didirikan pada 2 Maret 1962 oleh perusahaan tambang timah Belitung, atas instruksi Menteri Pertambangan RI tahun 1959.

Di bawah arahan Ir. M.E.A. Apitule, Direktur Utama Tambang Timah Belitung, seorang ahli geologi asal Austria, Dr. R. Osberger, ditunjuk untuk merancang dan mengelola museum yang kala itu dinamai Museum Geologi PT Timah Belitung.

“Tujuannya bukan hanya dokumentasi geologi, tapi juga edukasi masyarakat tentang kekayaan alam dan sejarah eksplorasi timah,” ujar seorang mantan pegawai PT Timah yang enggan disebutkan namanya.

Setelah lebih dari tiga dekade dikelola oleh perusahaan tambang, museum ini resmi dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Belitung pada 15 Juni 1994. Penyerahan dilakukan oleh Erry Riyana Hardjapamekas, Direktur Utama PT Timah, dan diterima langsung oleh Haji Urip TP. Alam, Bupati Belitung saat itu.

Pasca hibah, museum berganti nama menjadi Museum Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Belitung, dan mulai bertransformasi menjadi ruang publik yang menggabungkan sejarah industri dengan kekayaan budaya lokal.

Museum Tanjungpandan kini menampilkan beragam koleksi:

  • Replika tambang timah dan peralatan eksplorasi.
  • Artefak perdagangan maritim, termasuk peta kuno dan miniatur kapal dagang.
  • Pakaian adat, alat musik tradisional, dan dokumentasi kehidupan masyarakat Belitung.
  • Galeri seni dan ruang pertunjukan budaya.

Di halaman museum, pengunjung juga dapat menikmati kebun mini, ruang bermain anak, dan toko suvenir yang menjual kerajinan tangan khas Belitung.

Museum ini tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga pusat edukasi dan pelestarian budaya. Tur berpemandu, lokakarya seni, serta pertunjukan tari dan musik tradisional rutin digelar untuk memperkenalkan kekayaan lokal kepada generasi muda dan wisatawan.

“Museum ini adalah ruang belajar yang hidup. Kami ingin anak-anak Belitung tahu bahwa sejarah mereka bukan hanya tentang tambang, tapi juga tentang adat, seni, dan kebanggaan lokal,” ujar Yusriadi, salah satu pengelola museum.

Museum Tanjungpandan merepresentasikan transformasi Belitung dari pulau industri menjadi ruang refleksi budaya.

Di tengah arus modernisasi dan pariwisata, museum ini berdiri sebagai pengingat bahwa sejarah dan identitas lokal adalah fondasi masa depan.

Artikel Terkait

File 00000000652c8230a44b325c2f984235

Isu Pergantian Kapolri Menguat, 5…

MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA* – Isu…

File 00000000d0dc82079160f41f18c39f3c

Fraksi BOS Soroti SILPA Rp958,4…

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN* – Fraksi…