BANGKA BELITUNG – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Bangka Belitung mengalami kenaikan signifikan. Di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur, harga tertinggi mencapai Rp3.500 per kilogram, sementara di Pulau Bangka berkisar Rp2.620–Rp3.170 per kilogram.
Kenaikan ini dipicu oleh tren naik harga crude palm oil (CPO) di pasar internasional. Penawaran di Kantor Pusat Bursa Nasional (KPBN) per 4 Juni 2026 tercatat Rp15.075 per kilogram. Permintaan global yang meningkat turut mendorong harga sawit domestik.
Aspirasi Petani
Petani sawit di Babel berharap harga TBS bisa seragam di seluruh pabrik dengan kisaran Rp3.200 per kilogram. Mereka menilai tidak ada alasan bagi pabrik kelapa sawit (PKS) membeli di bawah Rp3.000 per kilogram.
Selain itu, petani meminta pengawasan ketat terhadap timbangan di PKS. Dugaan kecurangan yang merugikan petani harus ditindak aparat hukum.
Perbandingan Harga TBS Awal Juni 2026
| Wilayah | Harga TBS Petani (Rp/kg) | Harga TBS Pabrik (Rp/kg) |
|---|---|---|
| Belitung | 2.750 | 2.957–3.000 |
| Belitung Timur | 2.508 | 3.000 |
| Bangka Barat | 2.300 | 2.680–2.700 |
| Bangka Tengah | 2.246 | 2.650–2.680 |
| Bangka Selatan | 2.224 | 2.500–2.650 |
| Pangkalpinang (umum) | 2.620–3.170 | 2.900–3.200 |
Langkah Pemerintah
Satgas Pangan bersama DPRD Babel telah menggelar rapat dengar pendapat untuk membahas harga sawit. Pemerintah daerah diminta memperketat pengawasan agar tidak terjadi permainan harga maupun timbangan di PKS.
Dampak Ekonomi
Kenaikan harga sawit memberi harapan baru bagi petani. Selain meningkatkan pendapatan, tren positif ini juga berpotensi memperkuat daya beli masyarakat dan perputaran ekonomi daerah.












