Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Jelang Oktober, Perahu Jong Muang Jong Kembali Disiapkan di Tanjung Kelayang, Kisah Harmoni Melayu – Suku Sawang yang Lestari 30 Tahun
InShot 20261010

Jelang Oktober, Perahu Jong Muang Jong Kembali Disiapkan di Tanjung Kelayang, Kisah Harmoni Melayu – Suku Sawang yang Lestari 30 Tahun

1000994598

MEDIA DAULAT RAKYAT | TANJUNG KELAYANG – SIJUK, BELITUNG – Deburan ombak di kawasan wisata Tanjung Kelayang, Sijuk, tak hanya menyimpan keindahan batu granit, tapi juga tradisi laut yang terus dijaga. Jelang Oktober 2026 ini, ritual adat Muang Jong kembali dipersiapkan oleh masyarakat Suku Sawang.

Tradisi Muang Jong merupakan ritual Selamat Laut yang masih lestari di Belitung. Setiap bulan Oktober, Suku Sawang menggelar doa keselamatan bagi para nelayan dengan melarungkan sebuah perahu kecil bernama Perahu Jong ke tengah laut.

Perahu tersebut menjadi simbol pengharapan agar hasil laut melimpah dan para pelaut dijauhkan dari marabahaya.

Menariknya, di balik perahu mungil itu ada tangan dingin pasangan Melayu yang telah mengabdi selama 30 tahun.

Ibu Ana, istri dari pembuat Jong yang akrab disapa Nye, menjadi sosok kunci. Suaminya adalah pengrajin yang selama tiga dekade setia membuat Jong.

“Suami saya sudah lama membuat Jong, perahu kecil yang dilarungkan ke laut sebagai bagian dari adat Muang Jong,” ujar Ibu Ana saat ditemui di Tanjung Kelayang, Sabtu (10/10).

Fakta pengabdian tersebut dibenarkan tokoh masyarakat, Sudharmayudha.

“Selama 30 tahun beliau selalu menyediakan perahu Jong yang digunakan suku Sawang untuk ritual Muang Jong setiap Oktober,” katanya.

Lebih dari sekadar ritual, Sudharmayudha melihat tradisi ini sebagai cerminan Indonesia yang sesungguhnya.

“Ini potret pembauran kebangsaan dan harmonisasi budaya, di mana suku Melayu menyediakan perahu Jong sebagai sarana tradisi suku Sawang,” tambahnya.

Di Tanjung Kelayang, ritual Muang Jong bukan hanya tontonan wisata. Ia adalah simbol harmonisasi budaya. Ketika masyarakat Melayu membuatkan perahu untuk dipakai Suku Sawang (Suku Laut), di situlah pembauran sosial terjadi. Identitas kebangsaan Belitong justru semakin kuat karena perbedaan yang saling melengkapi.

Rencananya, prosesi pelarungan Perahu Jong tahun ini akan dipusatkan di perairan Tanjung Kelayang, Sijuk, dengan melibatkan nelayan, tokoh adat Sawang, dan pemerintah desa.

Reporter: Masri Fajar
Editor: Sudharmayudha

Artikel Terkait

IMG 20261016 WA4055

BMKG: Suhu Panas Ekstrem 38,2°C…

JAKARTA MEDIA DAULAT RAKYAT – Badan…

InShot 20261016

Menteri ESDM Bahlil Pastikan Stok…

JAKARTA MEDIA DAULAT RAKYAT – Menteri…

Oplus

Warga Nyuruk-Jangkang Tuntut Hak Plasma…

BELITUNG TIMUR MEDIA DAULAT RAKYAT –…