Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Meriah! Hari Jadi Dendang ke-159: Sejarah Ditetapkan Lewat Seminar Adat, Nirok Nanggok dan UMKM Jadi Nadi Baru – Bupati Luncurkan Kampong K.A. SAHA
IMG 20261102 WA9004

Meriah! Hari Jadi Dendang ke-159: Sejarah Ditetapkan Lewat Seminar Adat, Nirok Nanggok dan UMKM Jadi Nadi Baru – Bupati Luncurkan Kampong K.A. SAHA

DENDANG, MEDIA DAULAT RAKYAT, BELITUNG TIMUR – Lapangan depan Kantor Camat Dendang menjadi saksi bisu momentum bersejarah pada Sabtu malam, 31 Oktober 2026. Ribuan warga memadati puncak peringatan Ari Ade E Dendang ke-159 yang dirangkai dengan peluncuran program inovatif Kampong K.A. SAHA sebagai pusat kreatif dan ekonomi rakyat.

Peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda identitas, budaya, dan kebangkitan ekonomi kerakyatan Belitung Timur.

Sejarah Hari Jadi Dendang

Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, menegaskan penetapan Hari Jadi Dendang telah melalui kajian historis serius.

“Penetapan hari peringatan ini telah disepakati melalui Seminar Adat pada tahun lalu dan menjadi langkah bersama untuk mengenalkan sejarah serta identitas Dendang kepada generasi penerus,” ujar Kamarudin Muten di hadapan warga.

Langkah ini mirip dengan perumusan Hari Jadi Kecamatan lain di Beltim, seperti Gantung yang ditetapkan 26 Mei 1851 dan Manggar 9 Oktober yang ditetapkan lewat Perda No. 9 Tahun 2017. Artinya, Hari Jadi bukan sekadar tanggal, tapi jati diri dan perjuangan pendahulu.

Peran UMKM di Beltim – Tulang Punggung Ekonomi

Momentum Hari Jadi Dendang juga menjadi panggung kebangkitan UMKM. Bupati Kamarudin memberikan apresiasi tinggi atas pembangunan kawasan Kampong K.A. SAHA.

“Kehadiran tempat ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan hasil produksinya. Saya juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, pelaku UMKM, masyarakat, hingga dunia usaha, untuk bersama-sama menjaga dan mengembangkan fasilitas ini. Mari kita dukung produk lokal dengan memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk terus berkarya,” tegas Bupati.

Sesuai data BPS, UMKM menyerap 97% tenaga kerja dan menyumbang 60% PDB nasional. Di Beltim, UMKM menjadi motor diversifikasi ekonomi pasca tambang, dari Kota 1001 Warung Kopi Manggar hingga Dendang.

Puncak acara ditandai pernyataan resmi:

“Dengan penuh rasa syukur, pada hari ini Sabtu, 31 Oktober 2026, rangkaian kegiatan Peringatan Ari Ade E Dendang ke-159 dan Program Kampung KA SAHA secara resmi saya nyatakan DIBUKA dan DILUNCURKAN,” ucap Kamarudin disambut tepuk riuh.

Budaya Nirok Nanggok Belitong – Kearifan Lokal yang Hidup

Tak lengkap tanpa tradisi sakral Nirok Nanggok. Tradisi menangkap ikan bersama saat kemarau panjang ini masih lestari di Desa Kembiri, Membalong, dan Belantu (Selatan Belitung).

Nirok Nanggok berasal dari dua alat tradisional:
Tirok = tongkat kayu 2-4 meter bermata tombak besi runcing
Tanggok = keranjang rotan berbingkai kayu untuk menjaring ikan

Tradisi ini hanya bisa dilakukan saat kemarau (Agustus-Oktober) ketika debit sungai menyusut dan membentuk kubangan yang disebut “lembong”. Pelaksanaannya dipimpin dukun air dan disaksikan pemuka kampung.

Fungsi Nirok Nanggok bukan hanya mencari ikan, tapi wujud rasa syukur, menjaga kekompakan, gotong royong, dan melestarikan ekosistem sungai karena tidak ada eksploitasi besar-besaran, hanya untuk kebutuhan makan bersama.

Kampong K.A. SAHA Sebagai Pusat Kreatif

Kampong K.A. SAHA yang baru diluncurkan diproyeksikan menjadi pusat kreatif Belitung Timur.

Bukan hanya lapak UMKM, tapi ruang kolaborasi budaya, edukasi Nirok Nanggok, Maras Taun, hingga Makan Bedulang. Pemerintah berharap kawasan ini menjadi embrio ekowisata budaya yang menggerakkan ekonomi desa, membuka lapangan kerja, dan menjadi identitas baru Dendang.

Perayaan ini jelas menunjukkan bagaimana tradisi lokal dipadukan dengan penguatan ekonomi rakyat dan pelestarian budaya, menjadikan Hari Jadi Dendang ke-159 lebih dari sekadar acara seremonial.

Artikel Terkait