
Tanjungpandan, Belitung — Di jantung kota, berdiri sebuah bangunan penuh sejarah yang telah menjadi saksi bisu perjalanan panjang Belitung. Gedung SMP Negeri 1 Tanjungpandan, lebih dikenal sebagai Bangunsari, tak hanya memuat fungsi pendidikan, tetapi juga warisan kolonial yang melekat dalam tiap batanya.
Warisan Arsitektur Kolonial
Gedung utama mencerminkan gaya bangunan Hindia Belanda:
- Jendela besar dan langit-langit tinggi, ideal untuk iklim tropis
- Tata ruang simetris dengan material bata merah dan kapur
- Pilar dan rangka yang dirancang untuk daya tahan jangka panjang
Diperkirakan dibangun awal abad ke-20, bangunan ini dahulu dimanfaatkan oleh pemerintah kolonial sebagai kantor atau sekolah rakyat.
Dari Fasilitas Kolonial ke Institusi Pendidikan
Setelah kemerdekaan, gedung ini dialihfungsikan sesuai semangat pemanfaatan aset kolonial untuk pembangunan nasional:
- SK operasional dikeluarkan tahun 1949
- Pada 1 Januari 1970 ditetapkan sebagai SMP Negeri 1 Tanjungpandan
Sejak saat itu, Bangunsari menjadi pusat pendidikan dan pengembangan karakter generasi muda Belitung.
Bangunsari: Simbol Identitas dan Transformasi
- Nama “Bangunsari” menandai kawasan dan semangat transisi dari penjajahan ke era kemerdekaan
- Masyarakat lokal menjadikan nama tersebut sebagai simbol kebanggaan
- Sekolah ini menjadi ruang perjumpaan antara masa lalu kolonial dan harapan masa depan
Status Cagar Budaya dan Tantangan Pelestarian
Meski telah diakui sebagai bagian dari cagar budaya, pelestarian gedung tak lepas dari tantangan:
“Kelemahannya memang di bagian ornamen dan struktur yang sudah uzur,”_ ujar Masri Fajar Guru SMP N 1 Tanjungpandan
Sebagai contoh:
- Atap lama berbahan genteng tanah liat tak bisa dipertahankan karena bobotnya terlalu berat
- Kayu penyangga sudah lapuk dan tak lagi aman secara struktural
Akhirnya, dengan pertimbangan keamanan, genteng lama diganti dengan multiroof dan rangka baja.
Meski menimbulkan dilema estetika, langkah ini dinilai perlu agar fungsi pendidikan tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan.












