Ngaji Parenting
ESu
(1)
Besanan yuk
Mengapa kau risih
mengucapkan kalimat itu
merasa tak sepadan
merasa tak elok
merasa rendah diri
Tidak
Bukankah engkau
saling mengenal
Ia punya anak lelaki
engkau punya anak perempuan
mengapa tak kau jodohkan
‘Bah
Ini bukan jaman
siti Nurbaya
Ngejodoh-jodohin anak
kayak anak nggak laku
Lagian apa anak-anak
mau dijodohkan’
Nduk
nikah itu bukan hanya
mereka berdua
tetapi untuk dua keluarga
bukan hanya
engkau kenal siapa
calon mantumu
tetapi juga kenal
siapa calon besanmu’
Tak perlu sungkan
Kenalkan dulu anakmu
pada anaknya
bangun silaturrahmi
tak memaksa
tak memandang pangkat
atau harta
Cinta itu bisa tumbuh
bisa berkembang
biarkan mereka
membangun mahligai cinta
setelah akad dilangsungkan
Ini juga bagian
dari perkaderan
Dia yang menjadikan
perasaan cinta dan kasih
sayang
Berani mencoba
(2)
Jembatan Hati
Kegelisahanmu
sama dengan kegelisahanku
Saat anak-anak tumbuh
jadi remaja
jelang dewasa
siapa jodohnya ya
bukan hanya
anakmu perempuan
anak lelaki juga
Tugas orang tua
mendidik dan membesarkan
mencukupkan kebutuhan
memberi limpahan
kasih sayang
kalau sudah sampai
jodohnya
maka nikahkanlah
Pulau-pulau
tak terpisah oleh laut
justru laut menyatukan
pulau yang terpisah
Buatlah perahu
pasang layarnya
Sungai tak memisahkan
kita
buatlah jembatan
agar sikaturrahim
tetap terhubung
Jangan bangun
pagar tinggi
yang memisahkan hati
Simpan saja nasihat ini
Siapa tau
kau .memerlukannya
Siduarjo
21 Mei 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














