Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Kepala BIN Imbau Stabilitas Nasional di Tengah Ultimatum Mahasiswa
InShot 20260612

Kepala BIN Imbau Stabilitas Nasional di Tengah Ultimatum Mahasiswa

JAKARTA – Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Herindra, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas sosial dan persatuan bangsa menyusul ultimatum yang dilayangkan mahasiswa terkait rencana aksi demonstrasi bertajuk Reformasi Jilid II.

Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Tengah memberikan tenggat waktu 18 hari kepada pemerintah untuk memperbaiki nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi nasional. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, mahasiswa berencana menggelar aksi besar-besaran sebagai bentuk protes terhadap melemahnya rupiah dan kenaikan harga BBM jenis Pertamax.

Seruan BIN: Stabilitas adalah Kepentingan Bersama
Menanggapi hal itu, Herindra menyerukan agar seluruh pihak tetap mengedepankan kepentingan bersama.

“Menjaga kondusivitas negara adalah tanggung jawab kita semua. Jangan sampai dinamika yang muncul berkembang menjadi situasi yang merugikan kepentingan bangsa,” tegasnya.

Herindra menekankan bahwa aksi demonstrasi merupakan bagian dari kebebasan berekspresi yang dijamin konstitusi, namun harus dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban umum.

Ultimatum Mahasiswa dan Latar Belakang Aksi
Ultimatum BEM SI muncul di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang berdampak pada harga kebutuhan pokok dan energi. Kenaikan harga BBM jenis Pertamax menjadi salah satu pemicu keresahan mahasiswa, yang menilai pemerintah belum mampu memberikan solusi konkret atas tekanan ekonomi.

Mahasiswa menilai kondisi ini mengingatkan pada krisis multidimensi era 1998, sehingga aksi mereka diberi nama Reformasi Jilid II sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.

Imbauan Persatuan dan Dialog
Herindra menekankan bahwa pemerintah dan masyarakat harus mengedepankan dialog konstruktif. BIN, menurutnya, berkomitmen menjaga keamanan agar aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan tanpa menimbulkan instabilitas.

“Persatuan bangsa adalah modal utama menghadapi tantangan ekonomi maupun geopolitik. Jangan biarkan perbedaan pendapat memecah belah kita,” ujarnya.

Dinamika Politik dan Sosial
Rencana aksi mahasiswa ini menambah dinamika politik menjelang tahun-tahun krusial bagi perekonomian nasional. Pemerintah dihadapkan pada tantangan menjaga kepercayaan publik sekaligus menstabilkan kondisi ekonomi. Sementara itu, mahasiswa berupaya menegaskan peran mereka sebagai kontrol sosial terhadap kebijakan negara.

Artikel Terkait

InShot 20260611

Travel Umroh Bodong di Pangkalpinang…

,BANGKA – Kasus dugaan penipuan perjalanan…

InShot 20260611

Mahasiswa Gelar Aksi Besar di…

Jakarta – Ribuan mahasiswa dari berbagai…