MEDIA DAULAT RAKYAT BELITUNG, 22 Juli 2026 — Kapolres Belitung AKBP Satria Darma menegaskan akan menindak tegas pelaku penimbunan BBM. Pernyataan itu disampaikan saat mendampingi Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat melakukan pengecekan langsung ke SPBU, Rabu 22 Juli 2026.
Pengecekan dilakukan untuk melihat langsung distribusi BBM jenis pertalite yang sempat dikeluhkan masyarakat Belitung beberapa hari terakhir.
Pengawasan Diperketat
AKBP Satria Darma memastikan jajaran Polres Belitung aktif memantau SPBU untuk mencegah penyalahgunaan.
“Kalau pun nanti kami temukan adanya pelanggaran, seperti penimbunan atau pembelian bukan pada haknya, tentunya kami akan ambil tindakan,” tegas AKBP Satria Darma.
Ia juga menyebut kepolisian sudah berkoordinasi dengan Pertamina agar stok dan distribusi BBM tetap berjalan lancar.
“Sesuai komitmen, kami langsung cek lapangan dan percayalah kami sudah bekerja sama dengan berbagai pihak terutama Pertamina.”
Konteks Antrean BBM
Antrean panjang di SPBU Belitung muncul akibat keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Belinyu. Kondisi itu memicu panic buying dan kekhawatiran masyarakat akan kelangkaan.
Saat pengecekan, polisi turut membantu mengatur antrean dan memastikan tidak ada praktik penimbunan.
Berdasarkan data Pertamina, stok BBM di Depot Jober saat ini masih aman dengan kapasitas 1.000–1.100 KL, cukup untuk 4–5 hari. Antrean di SPBU juga dilaporkan mulai berkurang.
Pesan ke Masyarakat
Langkah tegas kepolisian diharapkan menekan praktik spekulatif dan menjaga stabilitas pasokan BBM di Belitung.
Isu serupa juga terjadi di wilayah Bangka Belitung secara umum. Kapolda Babel sebelumnya juga menegaskan akan menindak pelaku penimbunan BBM tanpa pandang bulu.
Dengan pengawasan ketat dan koordinasi bersama Pertamina, Polres Belitung berharap distribusi BBM bisa kembali normal dan masyarakat tidak perlu khawatir.












