Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • El Niño Meluas di Babel, BPBD Imbau Hemat Air dan Waspada Karhutla Hingga Oktober 2026
File 00000000b3308230b4bed00bcc1bdc87

El Niño Meluas di Babel, BPBD Imbau Hemat Air dan Waspada Karhutla Hingga Oktober 2026

MEDIA DAULAT RAKYAT PANGKALPINANG, Selasa 28 Juli 2026* – Musim kemarau di Bangka Belitung semakin meluas akibat dampak fenomena El Niño. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Babel mengingatkan masyarakat untuk mulai hemat air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi berlangsung hingga Oktober 2026.

Curah Hujan Menurun, El Niño Diprediksi Hingga Oktober

Berdasarkan data BMKG, curah hujan di wilayah Babel mengalami penurunan signifikan. Meski sesekali masih turun hujan ringan, intensitasnya tidak cukup untuk menambah cadangan air.

Plt Kepala BPBD Babel Agus Afandi menyebut El Niño diperkirakan akan berlangsung hingga September–Oktober 2026.

“El Nino ini sampai bulan September atau Oktober. Memang di sela-selanya ada hujan, tetapi tidak menambah jumlah air,” kata Agus.

Dampak utama yang sudah terasa adalah kekeringan di sejumlah wilayah, berkurangnya ketersediaan air bersih, serta meningkatnya jumlah titik panas atau hotspot.

Titik Rawan Karhutla: Pesisir Barat Bangka

BPBD Babel memantau adanya peningkatan hotspot di wilayah pesisir barat Pulau Bangka. Beberapa titik rawan meliputi Mentok dan Tempilang di Kabupaten Bangka Barat, hingga Toboali di Kabupaten Bangka Selatan.

“Pada musim seperti ini, sumber air yang ada jangan dicemari oleh aktivitas yang merusak kualitas air. Karena bantuan dari pemerintah juga terbatas,” tambah Agus.

4 Imbauan BPBD Babel ke Masyarakat

Untuk mengurangi dampak kekeringan, BPBD Babel mengeluarkan imbauan:

  1. Hemat air untuk kebutuhan sehari-hari
  2. Jaga kualitas sumber air dengan tidak membuang limbah atau merusak lingkungan sekitar mata air
  3. Waspada karhutla dan tidak membakar lahan sembarangan. Segera laporkan jika melihat tanda kebakaran
  4. Mandiri menjaga sumber daya air karena bantuan dari pemerintah sifatnya terbatas

Risiko El Niño Lebih dari Sekadar Kekeringan

El Niño tidak hanya menurunkan curah hujan. Fenomena ini juga meningkatkan suhu udara dan mempercepat penguapan, sehingga memperbesar risiko kebakaran lahan.

Masyarakat Babel diimbau menyiapkan cadangan air, menjaga kebersihan lingkungan, dan aktif melapor jika menemukan titik api kecil sebelum meluas.
Faktor Kondisi Dampak
Curah hujan Menurun akibat El Niño Kekeringan, berkurangnya air
Periode Juli–Oktober 2026 Risiko berlanjut hingga awal musim hujan
Hotspot Mentok, Tempilang, Toboali Potensi karhutla tinggi
Imbauan Hemat air, jaga sumber air Mengurangi dampak kekeringan
Pemerintah daerah bersama BPBD dan pihak terkait terus melakukan pemantauan. Namun kunci utama penanggulangan ada pada kesiapsiagaan masyarakat.

Artikel Terkait