BELITUNG, MEDIA DAULAT RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Belitung memperkuat strategi pengendalian inflasi daerah dengan pendekatan teknis yang terintegrasi. Fokus utamanya pada tiga pilar: ketersediaan barang, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga.
Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menegaskan kesiapan pemerintah melakukan intervensi langsung jika terjadi lonjakan harga signifikan.
“Pengendalian inflasi harus mampu menjawab tiga hal utama, yaitu memastikan barang tersedia, distribusi lancar, dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” tegas Djoni.
“Melalui pola penanganan yang terintegrasi ini, kita optimistis ketersediaan bahan pokok masyarakat tetap terjaga aman dan terjangkau,” tambahnya.
5 Langkah Teknis Pengendalian Inflasi Pemkab Belitung:
1. Pengawasan Stok
Pemantauan berkala terhadap komoditas utama seperti beras, cabai, bawang, telur, daging, dan ikan, terutama menjelang periode permintaan tinggi seperti hari besar keagamaan.
2. Analisis Penyebab & Pemetaan Distribusi
TPID Belitung tidak hanya mencatat kenaikan harga, tetapi menganalisis faktor penyebab. Pemetaan jalur distribusi, biaya angkut, dan titik distribusi dilakukan untuk mendeteksi sumber kenaikan harga. Pemkab berkoordinasi dengan distributor dan pelaku transportasi agar biaya angkut tidak membebani konsumen.
3. Intervensi Pasar
Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) siap digelar di 12 titik pasar tradisional bila harga komoditas melonjak.
4. Produksi Lokal & Kerjasama Antar Daerah
Penguatan produksi pangan lokal petani dan nelayan Belitung, memperluas MoU pasokan dengan wilayah mitra untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar.
5. Bantuan Sosial Presisi
Bantuan pangan dan subsidi ditargetkan secara presisi kepada 3.500 KPM kelompok masyarakat paling terdampak kenaikan harga.
Analisis:
Langkah ini menunjukkan pendekatan terintegrasi. Inflasi pangan di daerah kepulauan seperti Belitung sering dipicu biaya transportasi antar pulau dan ketergantungan pasokan luar. Strategi intervensi langsung + produksi lokal menjadi kunci menjaga daya beli.












