pers-scaled.jpg
 20230731_193802.gif
 323276293_566466371650625_8427709249684468411_n-scaled.jpg

Jakarta. Menteri LHK menyerahkan langsung penghargaan Adiwiyata Mandiri kepada 134 sekolah dan Adiwiyata Nasional kepada 417 sekolah.

Penerima penghargaan Adiwiyata dinilai telah berhasil menerapkan praktik-praktik baik dan perilaku ramah lingkungan hidup di sekolah dan sekitar sekolah. Dalam pelaksanaannya, mereka juga melaksanakan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS).

“Hal ini akan berdampak terhadap peningkatan kualitas lingkungan hidup di sekolah dan sekitarnya, juga pada daerah setempat sehingga bisa didapatkan lingkungan pemukiman yang baik dan sehat,” kata Menteri Siti.

Lebih lanjut, Menteri Siti mengatakan GPBLHS juga dapat memberi kontribusi mulai dari penghematan energi, pengurangan dan pemilahan sampah di sekolah, yang diharapkan akan meluas ke rumah/keluarga masing-masing dan sekitarnya. Kontribusi lainnya yaitu dengan penanaman pohon dan mengelola limbah di sekolah, serta rain water harvesting (pemanenan air hujan) yang merupakan bagian dari konservasi air.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek, Praptono menyatakan Penghargaan Adiwiyata ini sejalan dengan kebijakan Kemendikbudristek melalui Kurikulum Merdeka yang bercirikan sederhana, fleksibel dan kontekstual.

Kurikulum Merdeka juga mendorong transformasi satuan pendidikan. Salah satu langkahnya yaitu bahwa menjadi tanggung jawab seluruh insan pendidikan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, menyenangkan, dan inklusif.

“Inilah sejatinya yang menjadi roh anugerah Adiwiyata, sehingga apa yang dilakukan KLHK sangat mendukung upaya kebijakan Kemendikbudristek,” tutupnya.

About Post Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *