Intisari Berita
- Perayaan Cap Go Meh 2026 di Kelenteng Sijuk, Belitung akan berlangsung meriah pada Selasa malam (3/3/2026). Sekitar 2.000 lampion, tata pencahayaan khusus, pesta kembang api, serta hiburan musik dengan penyanyi Mandarin terbaik akan memeriahkan acara.
- Panitia menyiapkan doorprize satu unit motor dan angpao jutaan rupiah. Karena bertepatan dengan bulan Ramadan, hiburan dijadwalkan setelah salat tarawih sebagai bentuk penghormatan kepada umat Muslim.
- Cap Go Meh menjadi penutup rangkaian Imlek selama 15 hari, yang secara tradisi merupakan malam ibadah, doa, dan rasa syukur. Tahun ini merupakan perayaan keempat di Kelenteng Sijuk dan ketiga sejak renovasi, sekaligus menegaskan peran kelenteng sebagai rumah ibadah dan destinasi wisata di Kecamatan Sijuk.
TANJUNG PANDAN BELITUNG – Perayaan Cap Go Meh 2026 di Kelenteng Sijuk dipastikan berlangsung meriah. Ribuan lampion, tata pencahayaan khusus, pesta kembang api, hingga hiburan musik akan mewarnai acara yang digelar Selasa malam (3/3/2026) hingga menjelang tengah malam.
Panitia juga menyiapkan doorprize berupa satu unit motor, angpao jutaan rupiah, serta menghadirkan penyanyi Mandarin terbaik di Indonesia.
Tradisi dan Makna Cap Go Meh
Sekretaris Yayasan Kelenteng Sijuk, Ayie Gardianysah, menjelaskan bahwa Cap Go Meh merupakan penutup rangkaian perayaan Imlek yang berlangsung selama 15 hari. Setelah itu, umat Tionghoa kembali ke aktivitas sehari-hari.
“Setelah itu kita kembali ke profesi masing-masing, yang bekerja kembali bekerja, guru kembali mengajar, siswa kembali ke sekolah,” ujarnya.
Menurut Ayie, Cap Go Meh awalnya merupakan tradisi masyarakat Tionghoa yang kemudian diadopsi dalam ritual keagamaan. “Intinya malam ibadah, berdoa, dan bersyukur bahwa tahun ini kita lewati dengan baik,” katanya.
Persiapan dan Penyesuaian Ramadan
Rangkaian persiapan dimulai dengan bersih-bersih rumah ibadah, dilanjutkan sembahyang, hiburan, serta makan malam bersama. Puncak perayaan digelar Selasa malam untuk menyambut Cap Go Meh yang jatuh pada Rabu.
Karena tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadan, panitia melakukan penyesuaian jadwal. “Ibadah di kelenteng tetap berjalan, hanya hiburannya saja yang menunggu setelah tarawih. Ini bentuk penghormatan kami terhadap Ramadan,” ungkap Ayie.
Kelenteng Sijuk sebagai Destinasi Wisata
Sejak perayaan Imlek lalu, kelenteng sudah dihias dengan tata pencahayaan oleh konsultan khusus. Sekitar 2.000 lampion dipasang mulai dari area kelenteng, panggung hiburan, jembatan, hingga jalan sekitar.
Perayaan tahun ini merupakan Cap Go Meh keempat di Kelenteng Sijuk dan menjadi perayaan ketiga sejak renovasi dilakukan. Menurut Ayie, kelenteng terus berbenah bukan hanya sebagai rumah ibadah, tetapi juga destinasi wisata di Kecamatan Sijuk.












