MEDIA DAULAT RAKYAT BELITUNG TIMUR – Laporan perkembangan harga konsumen bulan Juni 2026 menunjukkan laju inflasi Kabupaten Belitung Timur (Beltim) tercatat sebesar 0,20 persen secara bulanan (month-to-month/m-to-m). Angka ini sedikit meningkat dibandingkan bulan Mei 2026 yang berada di level 0,17 persen.
Kenaikan inflasi bulanan ini utamanya didorong oleh lonjakan harga sejumlah komoditas pangan segar. Daging ayam ras menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,21 persen, diikuti ikan kembung sebesar 0,11 persen dan ikan kerisi 0,09 persen.
Di sisi lain, penurunan harga beberapa bahan pangan berperan menahan laju inflasi. Sawi hijau turun hingga 0,19 persen, sementara cabai rawit dan udang basah masing-masing menyumbang deflasi sebesar 0,10 persen.
Inflasi Tahunan Capai 2,84 Persen, Emas dan Pangan Menjadi Penekan
Secara tahunan (year-on-year/y-on-y), inflasi Beltim per Juni 2026 tercatat di angka 2,84 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 108,35.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat kenaikan tertinggi sebesar 8,62 persen, yang utamanya dipicu melonjaknya harga emas dan perhiasan. Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tercatat naik 4,47 persen akibat kenaikan harga cumi-cumi dan beras.
Satu-satunya kelompok yang tetap stabil tanpa inflasi maupun deflasi adalah rekreasi, olahraga, dan budaya, menandakan daya beli masyarakat untuk kebutuhan hiburan belum terpengaruh signifikan.
Secara keseluruhan, laju inflasi bulanan di Belitung Timur masih tergolong terkendali. Namun, angka inflasi tahunan yang berada di atas 2,8 persen mengindikasikan adanya tekanan harga yang lebih luas, tidak hanya dari sektor pangan pokok tetapi juga barang non-pangan bernilai tinggi seperti perhiasan.
Data ini menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah untuk terus memantau rantai pasok bahan pangan sekaligus mengantisipasi dampak fluktuasi harga komoditas global terhadap kebutuhan masyarakat.












