MANGGAR, Media Daulat Rakyat – 13 Oktober 2026
Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada September 2026. Kenaikan dipicu cuaca panas kemarau, udara kering berdebu, dan kabut asap tipis yang menyelimuti wilayah selama dua minggu terakhir.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Beltim, Supardi, membenarkan tren tersebut.
“Memasuki September memang ada kenaikan. Hal ini dipicu cuaca panas, berdebu, dan sekitar dua minggu belakangan wilayah kita diselimuti kabut asap meskipun tidak terlalu tebal.”
Data Peningkatan:
- Agustus 2026: 833 kasus tercatat di fasilitas kesehatan
- September 2026: Naik menjadi 965 kasus, tersebar di berbagai kecamatandi Beltim
- Oktober 2026: Masih dalam pemantauan, belum ada kepastian apakah akan melandai atau terus naik. fa33
“Dalam minggu-minggu ini juga kami akan terus memantau perkembangannya di lapangan, apakah trennya masih ada peningkatan atau sudah melandai,” tambah Supardi.
Kondisi ini sejalan dengan situasi nasional. Kementerian Kesehatan mencatat 113.336 kasus ISPA akibat asap karhutla hingga 9 September 2026 di 7 provinsi, termasuk 26.545 kasus pada balita, dan meningkat menjadi 151.000 kasus hingga 16 September 2026. BMKG juga menyebut puncak kemarau Juli-Agustus memicu karhutla dan sebaran asap ke Sumatera, Kalimantan dan Bangka Belitung. 441ca1f8
Imbauan Dinkes Beltim:
- Wajib pakai masker saat aktivitas di luar ruangan
- Perbanyak minum air putih untuk menjaga kelembapan tenggorokan
- Segera ke Puskesmas terdekat jika batuk, pilek, demam >2 hari
“Kalau untuk masyarakat yang banyak beraktivitas di luar rumah sebaiknya gunakan masker. Jadi bisa meminimalisir kontak dengan debu dan asap tersebut,” imbau Supardi.
Masyarakat diminta tidak panik namun tetap waspada, terutama kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil dan penderita












